Tugas Uas PLH

UJIAN AKHIR SEMESTER
Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup
    
    
    
 
                                  IRSAN SUMARNA
                               3315140662
                                         BILINGUAL CHEMISTRY EDUCATION
 

SOAL UJIAN AKHIR MATA KULIAH PLH 2015

Pengampu : Dr. Suwirman Nuryadin , M. Pd .

1.      Berikan tiga contoh masalah lingkungan yang timbul dari aktivitas manusia yang ada di sekitar tempat tinggal anda atau daerah lain dan tidak sesuai dengan prinsip – prinsip ekologi yang dilanggar contoh tersebut !
2.      Buatlah diagram siklus biogeokimia ; gas CO2 dan H2O versi anda kemudian jelaskan !
Semakin baik dan artistic , maka skor akan semakin tinggi .
3.      PLH bertujuan untuk membentuk perilaku lingkungan manusia yang cocok dengan konsep sustainable development , jelaskan apa itu konsep sustainable development dan berikan tiga contoh perilaku lingkungan di sekitar anda atau daerah lain yang tidak sesuai dengan etika lingkungan ( lengkapi jawaban dengan poto , semakin baik poto anda aka semakin tinggi skor yang anda peroleh ).
4.      Indonesia akan mengalami bonus demografi , jelaskan apa itu demografi dengan data dan berikan analisis anda bila kita gagal mengantisipasi bonus demografi tersebut .

Jawaban :
1.      Contoh masalah lingkungan yang ada di daerah sekitar Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat adalah sebagai berikut :
a.      Sampah
Sampah merupakan hasil sisa produksi yang pada umumnya sudah tidak terpakai lagi . Masalah yang timbul dari sampah adalah cara penanganan dan pembuangan sampah itu sendiri . Di daerah sekitar tempat saya ( Cikembar , Kab. Sukabumi – Jawa Barat ) ditemukan banyak sekali sampah yang dibuang ke sungai . Hal ini tentunya sangat mengganggu lingkungan sekitar karena selain membuat aliran sungat menjadi mampet , tumpukan sampah pun membuat udara sekitar menjadi tidak segar . Masalah ini timbul karena tidak adanya fasilitas untuk membuang sampah karena keterbatasan lahan dan para warga pun tidak mau membuka lahan mereka untuk menjadi tempat pembuangan sampah . Salah seorang warga pernah mewacana kan agar sampah – sampah itu sebaiknya di bakar daripada dibuang ke sungai , akan tetapi ide ini tidak disambut dengan baik oleh semua warga . Ada warga yang mau membakar sampahnya namun ada juga warga yang tetap membuang sampah ke sungai .
Masalah ini tentunya melanggar prinsip – prinsip ekologi lingkungan ,salah satu prinsip yang dilanggar adalah prinsip interaksi atau interaction , interkasi antara manusia dan lingkungan menjadi tidak stabil oleh adanya masalah seperti ini . Seharusnya terjadi keharmonisan interkasi antara manusia dengan lingkungannya , seperti membuang sampah pada tempat yang tidak mengganggu lingkungan dan tidak mencemari lingkungan .  Maka dari itu , perlu kesadara dari semua pihak untuk menjaga lingkungan terutama dalam hal membuang sampah .

b.      Polusi Udara
Polusi merupakan sebuah pencemaran atau pengotoran terhadap sesuatu , maka polusi udara berarti pencemaran udara akibat terganggunya atau tidak berjalan dengan baik suatu proses sirkulasi udara . Polusi udara sering ditandai dengan banyaknya asap di suatu daerah . Misalkan saja di daerah saya ( Jampang Tengah , Sukabumi – Jawa Barat ) , mulai banyak asap atau polusi udara yang terjadi sebagai akibat dari banyaknya pabrik – pabrik yang berdiri dekat dengan pemukiman warga . Salah satu pabrik penyumbang terbesar polusi udara adalah pabrik pertambangan batu kapur atau batu CaCO3 yang terdapat di daerah Jampang Tengah , Kabupaten Sukabumi .
Kesalahan bukanlah pada pendirian pabrik tersebut, akan tetapi temat dimana pabrik itu dibangun , pabrik itu dibangun dekat sekali dengan pemukiman warga ,sehingga polusi yang timbul berdampak langsung pada warga . Salah satu dampak yang sering dirasakan adalah sesak napas dan penyakit pernapasan lainnya .Meskipun belum ada warga yang meninggal akibat polusi udara itu , namun sebaiknya pemerintah kabupaten turun tangan untuk mengatasi masalah perizinan pendirian pabrik – pabrik , sehingga pabrik itu tidak seenaknya didirikan begitu saja . Hal ini tentunya melanggar salah satu prinsip – prinsip ekologi yang ada , yaitu prinsip sustainable development , karena pembangunan disana tidak bias menerapakan kestabilan anatara system ekonomi dan perlindungan lingkungan . Yang mereka pentingkan hanya ekonominya saja untuk mencapai keuntungan .


c.       Penebangan Liar
Penebangan liar adalah suatu tindakan menebang pohon secara illegal dan tidak adanya suatu tindakan untuk melakuka rebosisasi kembali dikarenakan tidak adanya tanggung jawab si penebang itu sendiri . Masalah ini saya amati di daerah temat tinggal saya yaitu di daerah Desa Sukabakti , Kecamatan Cikembar , Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Sepuluh tahun yang lalu didaerah perbukitan itu banyak sekali ditumbuhi pohon pinus yang dapat menyejukan andangan dan suasana disana . Akan tetapi pada saat sekarang sudah mulai tampak adanya penebangan hutan secara illegal oleh orang orang yang tidak bertangggung jawab . Dapat dilihat sekarang hutan di daerah bukit menjadi gundul dan udara pun mulai terasa panas . Tidak hanya itu hewan – hewan seperti babi hutan pun mulai hilang dan tidak dapat ditemukan lagi . Tentunya hal ini merupakan suatu pelanggaran terhadap prinsip - prinsip ekologi lingkungan khsususnya prinsip keaekaragaman hayati , karena masalah yang timbul mengakibatkan keanekaragaman hayati didaerah tersebut menjadi hilang .Tentunya hal ini sangat ironis sekali , sepuluh tahun yang lalu hutan yang begitu menyejukan udara sekarang hanya tinggal bekas potongan pohon pinus yang dtinggalakan tanpa adanya pohon pengganti yang baru

2.      Diagram Siklus CO2 dan H2O
a.      Siklus Karbon



Penjelasan Gambar 1.1
Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara:
  • Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.
  • Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut (lihat bagian solubility pump).
  • Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon, beberapa organisme juga membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).
  • Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer. Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat yang terbentuk terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).
b.      Siklus Air

Keterangan Gambar 1.2
  • Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  • Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan wah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.

3.      Sustainable development atau pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan . Pembangunan ini mencakup tiga aspek yaitu , aspek ekonomi , aspek social dan aspek perlindungan lingkungan . Ketiga aspek tersebut harus saling mempengaruhi satu sama lain dan tidak bias berjalan jika salah satu aspek belum terpenuhi .  Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Etika adalah penilaian terhadap tingkah laku atau perbuatan. Etika bersumber pada kesadaran dan moral seseorang. Etika biasanya tidak tertulis. Namun ada etika yang tertulis, misalnya etika profesi, yang dikenal sebagai kode etik.
Etika lingkungan, pada dasarnya adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak tidak baik bagi lingkungan. Etika lingkungan bersumber pada pandangan seseorang tetang lingkungan.
Beberapa contoh tindakan yang melanggar etika masyarakat adalah :
a.      Membuang sampah di sungai
Membuang sampah di sungai merupakan pelanggaran terhadap etika lingkungan , karena perbuatan tersebut mendapat suatu penilaian yang buruk di mata lingkungan dan tidak baik meurut orang – orang yang ada di sekitar yang dapat mencemari lingkungan tempat tinggal . Akan tetapi gambar ini diambil dari daerah sekitar tempat tinggal yang para warganya tidak mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai .
Dapat dilihat pada gambar , begitu banyak tumpukan sampah yang di buang ke bawah sungai . Hal ini sangat sulit diatas karena sudah menjadi kebiasaab di masyarakat .

b.      Pencemaran Udara
Berikut adalah gambar yang diambil di daerah Jakarta mengenai pencemaran udara atau polusi udara . Dapat dilihat pada gambar asap yang keluar dari kendaraan bermotor yang begitu hitam pekat , asap hitam tersebut timbul karena adanya proses pada mesin kendaraan bermotor yang tidak berjalan baik . Asap hitam itu disebabkan karena terbakarnya oli sehingga gesekan gear mesin menjadi saling bergesekan dan akhirnya mesin motor saling terkikis, sehingga timbulah asap yang hitam . Jelas sekali ini merupakan suatu tindakan yang melanggar etika lingkungan karena disebabkan oleh seorang individu yang tidak bias merawat kendaraan bermotornya .
c.       Penebangan Hutan
Gambar yang diambil bukanlah gambar yang ada di daerah tempat tinggal saya karena terlalu jauh untuk melakukan pengambilan poto dan harus adanya izin karena umur saya sudah lebih dari 17 tahun ,akan tetapi seperti itulah gambaran hutan yang berada di perbukitan di daerah dekat rumah .
Penebangan hutan jelas sekali sangat melanggar etika lingkungan karena perbuatan itu sangat dinilai buruk oleh masyarakat dan berdampak buruk juga bagi lingkungan . Terlebih lagi hal yang paling sangat merugikan adalah penebangan hutan dilakukan oleh sebagian orang untuk mendapatkan keuntungan bagi segelintir orang akan tetapi berdampak bagi semua orang yang bahkan tidak melakukan hal tersebut . Penebangan hutan bukanlah suatu pembangunan yang berkelanjutan karena hanya mementingkan masa sekarang dan melupakan masa yang akan datang .

4.      Bonus demografi adalah bonus penduduk dimana jumlah penduduk pada usia produktif lebih tinggi dari pada muda dan usia lanjut belum begitu banyak . Indonesia sendiri diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah. Akan tetapi bonus demografi akan benar – benar menjadi bonus bagi Indonesia jika jumlah pada usia produktif itu terdidik dan rajin bekerja . Dilihat dari kehidupan nyata banyak sekali usia produktif yang terjebak dalam lingkaran pengangguran , entah mereka tidak bias mendapatkan kerja karena keterbatasan pendidikan dan keahlian atau mereka malas untuk mencari kerja karena Indonesia merupakan negri yang kaya sehingga rakyatnya menjadi malas bekerja .

Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya.
Masalah yang paling nyata adalah ketersedian lapangan pekerjaan.
Akan tetapi lapangan pekerjaan bukanlah masalah satu – satunya yang dapat mempengaruhi bonus demografi , sumber daya manusia pun menjadi masalah yang harus diperhatikan juga . Permasalah pembangunan sumber daya manusia inilah yang harusnya bisa diselesaikan dari sekarang, jauh sebelum bonus demografi datang. Jangan sampai hal yang menjadi berkah justru membawa bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar yaitu kualitas manusia itu sendiri .

Dalam hal ini pemerintah haruslah bersikap lebih siap lagi menghadapi bonus demografi yang akan dating misalnya dengan perbaikan mutu pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia haruslah di gratiskan , akan tetapi tidak menurunkan kualitas pendidikan itu sendiri . Selain itu pemerintah juga harus mampu menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset Negara agar tidak banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang kerja.

Bukan hanya pemerintah, masyarakat juga harus menjadi pendukung utama  mutu manusia dengan cara menyadari pentingnya arti pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang dapat mengembangkan kualitas manusia itu sendiri.
Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bonus demografi ibarat pedang bermata dua. Satu sisi adalah berkah jika berhasil mengambilnya. Satu sisi yang lain adalah bencana seandainya kualitas SDM tidak dipersiapkan.

Sumber Data Bonus Demografi Indonesia :

www.indonesia.org

Komentar