
UJIAN AKHIR
SEMESTER
Mata Kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup
|

|
SOAL UJIAN AKHIR MATA KULIAH PLH 2015
Pengampu : Dr. Suwirman Nuryadin , M. Pd .
1.
Berikan
tiga contoh masalah lingkungan yang timbul dari aktivitas manusia yang ada di
sekitar tempat tinggal anda atau daerah lain dan tidak sesuai dengan prinsip –
prinsip ekologi yang dilanggar contoh tersebut !
2.
Buatlah
diagram siklus biogeokimia ; gas CO2 dan H2O versi anda
kemudian jelaskan !
Semakin baik dan artistic , maka skor akan
semakin tinggi .
3.
PLH
bertujuan untuk membentuk perilaku lingkungan manusia yang cocok dengan konsep
sustainable development , jelaskan apa itu konsep sustainable development dan
berikan tiga contoh perilaku lingkungan di sekitar anda atau daerah lain yang
tidak sesuai dengan etika lingkungan ( lengkapi jawaban dengan poto , semakin
baik poto anda aka semakin tinggi skor yang anda peroleh ).
4.
Indonesia
akan mengalami bonus demografi , jelaskan apa itu demografi dengan data dan
berikan analisis anda bila kita gagal mengantisipasi bonus demografi tersebut
.
Jawaban :
1.
Contoh
masalah lingkungan yang ada di daerah sekitar Kabupaten Sukabumi , Jawa Barat
adalah sebagai berikut :
a. Sampah
Sampah merupakan hasil sisa produksi yang pada umumnya sudah tidak
terpakai lagi . Masalah yang timbul dari sampah adalah cara penanganan dan
pembuangan sampah itu sendiri . Di daerah sekitar tempat saya ( Cikembar ,
Kab. Sukabumi – Jawa Barat ) ditemukan banyak sekali sampah yang dibuang ke sungai
. Hal ini tentunya sangat mengganggu lingkungan sekitar karena selain membuat
aliran sungat menjadi mampet , tumpukan sampah pun membuat udara sekitar
menjadi tidak segar . Masalah ini timbul karena tidak adanya fasilitas untuk
membuang sampah karena keterbatasan lahan dan para warga pun tidak mau membuka
lahan mereka untuk menjadi tempat pembuangan sampah . Salah seorang warga
pernah mewacana kan agar sampah – sampah itu sebaiknya di bakar daripada
dibuang ke sungai , akan tetapi ide ini tidak disambut dengan baik oleh semua
warga . Ada warga yang mau membakar sampahnya namun ada juga warga yang tetap
membuang sampah ke sungai .
Masalah ini tentunya melanggar prinsip – prinsip ekologi lingkungan
,salah satu prinsip yang dilanggar adalah prinsip interaksi atau interaction , interkasi antara manusia
dan lingkungan menjadi tidak stabil oleh adanya masalah seperti ini .
Seharusnya terjadi keharmonisan interkasi antara manusia dengan lingkungannya
, seperti membuang sampah pada tempat yang tidak mengganggu lingkungan dan
tidak mencemari lingkungan . Maka dari
itu , perlu kesadara dari semua pihak untuk menjaga lingkungan terutama dalam
hal membuang sampah .
b. Polusi
Udara
Polusi merupakan sebuah pencemaran atau pengotoran terhadap sesuatu ,
maka polusi udara berarti pencemaran udara akibat terganggunya atau tidak
berjalan dengan baik suatu proses sirkulasi udara . Polusi udara sering
ditandai dengan banyaknya asap di suatu daerah . Misalkan saja di daerah saya
( Jampang Tengah , Sukabumi – Jawa Barat ) , mulai banyak asap atau polusi
udara yang terjadi sebagai akibat dari banyaknya pabrik – pabrik yang berdiri
dekat dengan pemukiman warga . Salah satu pabrik penyumbang terbesar polusi
udara adalah pabrik pertambangan batu kapur atau batu CaCO3 yang
terdapat di daerah Jampang Tengah , Kabupaten Sukabumi .
Kesalahan bukanlah pada pendirian pabrik tersebut, akan tetapi temat
dimana pabrik itu dibangun , pabrik itu dibangun dekat sekali dengan pemukiman
warga ,sehingga polusi yang timbul berdampak langsung pada warga . Salah satu
dampak yang sering dirasakan adalah sesak napas dan penyakit pernapasan lainnya
.Meskipun belum ada warga yang meninggal akibat polusi udara itu , namun
sebaiknya pemerintah kabupaten turun tangan untuk mengatasi masalah perizinan
pendirian pabrik – pabrik , sehingga pabrik itu tidak seenaknya didirikan
begitu saja . Hal ini tentunya melanggar salah satu prinsip – prinsip ekologi
yang ada , yaitu prinsip sustainable development , karena pembangunan disana
tidak bias menerapakan kestabilan anatara system ekonomi dan perlindungan
lingkungan . Yang mereka pentingkan hanya ekonominya saja untuk mencapai
keuntungan .
c. Penebangan
Liar
Penebangan
liar adalah suatu tindakan menebang pohon secara illegal dan tidak adanya suatu
tindakan untuk melakuka rebosisasi kembali dikarenakan tidak adanya tanggung
jawab si penebang itu sendiri . Masalah ini saya amati di daerah temat tinggal
saya yaitu di daerah Desa Sukabakti , Kecamatan Cikembar , Kabupaten Sukabumi –
Jawa Barat. Sepuluh tahun yang lalu didaerah perbukitan itu banyak sekali
ditumbuhi pohon pinus yang dapat menyejukan andangan dan suasana disana . Akan
tetapi pada saat sekarang sudah mulai tampak adanya penebangan hutan secara
illegal oleh orang orang yang tidak bertangggung jawab . Dapat dilihat sekarang
hutan di daerah bukit menjadi gundul dan udara pun mulai terasa panas . Tidak
hanya itu hewan – hewan seperti babi hutan pun mulai hilang dan tidak dapat
ditemukan lagi . Tentunya hal ini merupakan suatu pelanggaran terhadap prinsip
- prinsip ekologi lingkungan khsususnya prinsip keaekaragaman hayati , karena
masalah yang timbul mengakibatkan keanekaragaman hayati didaerah tersebut menjadi
hilang .Tentunya hal ini sangat ironis sekali , sepuluh tahun yang lalu hutan
yang begitu menyejukan udara sekarang hanya tinggal bekas potongan pohon pinus
yang dtinggalakan tanpa adanya pohon pengganti yang baru
2.
Diagram
Siklus CO2 dan H2O
a. Siklus
Karbon

Penjelasan Gambar 1.1
Karbon diambil dari
atmosfer dengan berbagai cara:
- Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon dioksida
menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan
lebih banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja
tumbuh atau hutan yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.
- Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi
lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2
yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin yang membawa massa air di
permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut (lihat
bagian solubility pump).
- Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah
dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang
mengandung karbon, beberapa organisme juga membentuk cangkang karbonat dan
bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran
karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).
- Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya,
proses ini tidak memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk
kembali ke atmosfer. Pelapukan batuan karbonat tidak memiliki efek netto
terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat yang terbentuk
terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut
dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).
b. Siklus Air

Keterangan Gambar 1.2
- Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di
daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi
awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air
yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
- Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke
dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka
air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak
secara vertikal atau horizontal dibawah permukaan tanah hingga air
tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
- Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah
dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit
pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan
tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung
satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air
permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Air permukaan, baik yang
mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan wah permukaan akan
terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan
air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang
membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara
keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.
3.
Sustainable
development atau pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip
memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi
masa depan . Pembangunan ini mencakup tiga aspek yaitu , aspek ekonomi , aspek
social dan aspek perlindungan lingkungan . Ketiga aspek tersebut harus saling
mempengaruhi satu sama lain dan tidak bias berjalan jika salah satu aspek belum
terpenuhi . Salah satu faktor yang harus
dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki
kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Sustainable
development atau pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip
memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi
masa depan . Pembangunan ini mencakup tiga aspek yaitu , aspek ekonomi , aspek
social dan aspek perlindungan lingkungan . Ketiga aspek tersebut harus saling
mempengaruhi satu sama lain dan tidak bias berjalan jika salah satu aspek belum
terpenuhi . Salah satu faktor yang harus
dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki
kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Etika adalah penilaian terhadap tingkah laku
atau perbuatan. Etika bersumber pada kesadaran dan moral seseorang. Etika
biasanya tidak tertulis. Namun ada etika yang tertulis, misalnya etika profesi,
yang dikenal sebagai kode etik.
Etika lingkungan, pada dasarnya adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak tidak baik bagi lingkungan. Etika lingkungan bersumber pada pandangan seseorang tetang lingkungan.
Etika lingkungan, pada dasarnya adalah perbuatan apa yang dinilai baik untuk lingkungan dan apa yang tidak tidak baik bagi lingkungan. Etika lingkungan bersumber pada pandangan seseorang tetang lingkungan.
Beberapa contoh tindakan yang melanggar etika
masyarakat adalah :
a.
Membuang sampah di sungai
Membuang sampah di sungai merupakan pelanggaran
terhadap etika lingkungan , karena perbuatan tersebut mendapat suatu penilaian
yang buruk di mata lingkungan dan tidak baik meurut orang – orang yang ada di
sekitar yang dapat mencemari lingkungan tempat tinggal . Akan tetapi gambar ini
diambil dari daerah sekitar tempat tinggal yang para warganya tidak mempunyai
kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai .
Dapat dilihat pada gambar , begitu banyak
tumpukan sampah yang di buang ke bawah sungai . Hal ini sangat sulit diatas
karena sudah menjadi kebiasaab di masyarakat .
b.
Pencemaran
Udara
Berikut
adalah gambar yang diambil di daerah Jakarta mengenai pencemaran udara atau
polusi udara . Dapat dilihat pada gambar asap yang keluar dari kendaraan
bermotor yang begitu hitam pekat , asap hitam tersebut timbul karena adanya
proses pada mesin kendaraan bermotor yang tidak berjalan baik . Asap hitam itu
disebabkan karena terbakarnya oli sehingga gesekan gear mesin menjadi saling
bergesekan dan akhirnya mesin motor saling terkikis, sehingga timbulah asap
yang hitam . Jelas sekali ini merupakan suatu tindakan yang melanggar etika
lingkungan karena disebabkan oleh seorang individu yang tidak bias merawat
kendaraan bermotornya .
c.
Penebangan Hutan
Penebangan Hutan
Gambar yang diambil bukanlah gambar yang ada di daerah tempat tinggal
saya karena terlalu jauh untuk melakukan pengambilan poto dan harus adanya izin
karena umur saya sudah lebih dari 17 tahun ,akan tetapi seperti itulah gambaran
hutan yang berada di perbukitan di daerah dekat rumah .
Penebangan
hutan jelas sekali sangat melanggar etika lingkungan karena perbuatan itu
sangat dinilai buruk oleh masyarakat dan berdampak buruk juga bagi lingkungan .
Terlebih lagi hal yang paling sangat merugikan adalah penebangan hutan
dilakukan oleh sebagian orang untuk mendapatkan keuntungan bagi segelintir
orang akan tetapi berdampak bagi semua orang yang bahkan tidak melakukan hal
tersebut . Penebangan hutan bukanlah suatu pembangunan yang berkelanjutan
karena hanya mementingkan masa sekarang dan melupakan masa yang akan datang .
4.
Bonus demografi adalah bonus penduduk dimana
jumlah penduduk pada usia produktif lebih tinggi dari pada muda dan usia lanjut
belum begitu banyak . Indonesia sendiri diprediksi akan
mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak
sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan
penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk
nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah. Akan tetapi bonus
demografi akan benar – benar menjadi bonus bagi Indonesia jika jumlah pada usia
produktif itu terdidik dan rajin bekerja . Dilihat dari kehidupan nyata banyak
sekali usia produktif yang terjebak dalam lingkaran pengangguran , entah mereka
tidak bias mendapatkan kerja karena keterbatasan pendidikan dan keahlian atau
mereka malas untuk mencari kerja karena Indonesia merupakan negri yang kaya
sehingga rakyatnya menjadi malas bekerja .
Bonus demografi adalah bonus penduduk dimana
jumlah penduduk pada usia produktif lebih tinggi dari pada muda dan usia lanjut
belum begitu banyak . Indonesia sendiri diprediksi akan
mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak
sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan
penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk
nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah. Akan tetapi bonus
demografi akan benar – benar menjadi bonus bagi Indonesia jika jumlah pada usia
produktif itu terdidik dan rajin bekerja . Dilihat dari kehidupan nyata banyak
sekali usia produktif yang terjebak dalam lingkaran pengangguran , entah mereka
tidak bias mendapatkan kerja karena keterbatasan pendidikan dan keahlian atau
mereka malas untuk mencari kerja karena Indonesia merupakan negri yang kaya
sehingga rakyatnya menjadi malas bekerja .
Melimpahnya
jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga
dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah
meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun berkah ini
bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya.
Masalah
yang paling nyata adalah ketersedian lapangan pekerjaan.
Akan
tetapi lapangan pekerjaan bukanlah masalah satu – satunya yang dapat
mempengaruhi bonus demografi , sumber daya manusia pun menjadi masalah yang
harus diperhatikan juga . Permasalah pembangunan sumber daya
manusia inilah yang harusnya bisa diselesaikan dari sekarang, jauh sebelum
bonus demografi datang. Jangan sampai hal yang menjadi berkah justru membawa
bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar yaitu kualitas
manusia itu sendiri .
Dalam
hal ini pemerintah haruslah bersikap lebih siap lagi menghadapi bonus demografi
yang akan dating misalnya dengan perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.
Pendidikan di Indonesia haruslah di gratiskan , akan tetapi tidak menurunkan
kualitas pendidikan itu sendiri . Selain itu pemerintah juga harus mampu
menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan, menjaga aset-aset Negara agar tidak
banyak dikuasai pihak asing yang pastinya akan merugikan dari sisi peluang
kerja.
Bukan hanya
pemerintah, masyarakat juga harus menjadi pendukung utama mutu manusia dengan cara menyadari pentingnya
arti pendidikan, kesehatan dan aspek-aspek yang dapat mengembangkan kualitas
manusia itu sendiri.
Kesimpulan yang
bisa ditarik adalah bonus demografi ibarat pedang bermata dua. Satu sisi adalah
berkah jika berhasil mengambilnya. Satu sisi yang lain adalah bencana
seandainya kualitas SDM tidak dipersiapkan.
Sumber
Data Bonus Demografi Indonesia :
www.indonesia.org
Komentar
Posting Komentar