
UJIAn tengah semester
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
|

UJIAN
TENGAH SEMESTER
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

IRSAN SUMARNA
3315140662
PENDIDIKAN KIMIA BILINGUAL 2014
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Unit Pelayanan Tehnis (UPT) MKU
Universitas Negeri Jakarta
Tugas UTS
(26/0kt/2015)
Ilmu
Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Petunjuk :
Jawablah pertanyaan berikut secara jelas dan mengacu pada konsep-konsep
yang ada di dalam buku yang menjadi acuan perkuliahan dan perkuliahan
yang sudah anda ikuti. Kemudian kirim jawaban anda melalui email sebagai
berikut: siswanto.unj@gmail.com
Pertanyaan:
1. Jelaskan
pengertian manusia sebagai makhluk individu dan
manusia sebagai makhluk sosial? Berikan ilustrasi nyata dari dua konsep
tersebut!
2. Jelaskan
pandangan Sigmund Freud tentang tiga unsur
penting yang melekat pada diri manusia? Berikan contoh nyata dari pandangan
tersebut!
3. Jelaskan
pengertian kebudayaan dan berikan contoh kongkrit bentuk-bentuk kebudayaan?
4. Jelaskan
pengertian nilai dan moral serta berikan
contoh empiris dari mekanisme kerja nilai dan moral yang berlaku di masyarakat?
5. Bangsa Indonesia
memiliki keanekaragaman sosial, ekonomi, budaya dan agama. Kondisi
tersebut rentan dengan konflik. Berikan ilustrasi nyata tentang konflik-konflik
yang pernah terjadi, baik konflik budaya, ekonomi, sosial, maupun agama! Solusi apa yang tepat untuk mensiasati
kerentanan aneke macam konflik tersebut?
Selamat
mengerjakan !!! J
Jawaban :
1.
Manusia
sebagai mahkluk individu berarti manusia hidup sebagai perseorangan atau suatu
kesatuan yang terbatas dan setiap individu tersebut memiliki keunikan
tersendiri . Sekalipun orang itu
terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis
yang persis sama
. Ciri fisik dan psikis inilah yang dapat kita
jadikan acuan sebagai membedakan suatu individu dengan individu lainnya .
Misalnya saja dalam hal sidik jari , menurut penelitian , tidak ada seorang pun
di dunia ini yang mempunyai sidik jari yang sama dengan individu manapun , maka
hal ini memperjelas penjelasan manusia sebagai makhluk individu . Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik
yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka
akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran,
sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari orang lainnya
berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun
psikis. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia,
kita tetap dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri
fisik yang sudah kita kenal. Seperti di tengah-tengah pasar yang penuh orang
atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang, kita akan dapat mengenali
orang yang sudah kita kenal , atau contoh lainnya misalnya kita berada di sebuah konser pertunjukan
music dan kita ingin mencari teman kita , secara tidak sadar memori atau
ingatan tentang teman kita terbuka dan otak kita akan otomatis mencari teman
kita sesuai dengan kriteria atau ciri – ciri fisik maupun sifat dari teman kita
itu . Bahkan tanpa harus melihat muka teman kita , kita sudah tahu dari gerakan
–gerakan yang teman kita buat , cukup meyakinkan kita untuk menebak bahwa itu
teman kita. Maka dapat kita ketahui ciri-ciri
seseorang tidak hanya bisa dilihat melalui fisiknya saja, tetapi juga dapat
dilihat dari sifatnya dan karakter seseorang tersebut . Hal itu akan berbeda jika kita melihat kumpulan hewan
, misalnya kita mempunyai seekor kucing peliharaan dan kucing tersebut kita
beri nama Neko misalnya. Ketika Neko kita tempatkan di sebuah kumpulan
atau ribuan kucing yang sejenis spesiesnya maka kita pastinya akan sangat sulit
mengenali Neko meskipun itu hewan
peliharaan kita . Dari contoh – contoh kasus di atas jelaslah manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk individu karena intinya satu manusia tidak akan sama
dengan manusia yang lain .
Manusia
sebagai mahkluk individu berarti manusia hidup sebagai perseorangan atau suatu
kesatuan yang terbatas dan setiap individu tersebut memiliki keunikan
tersendiri . Sekalipun orang itu
terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis
yang persis sama
. Ciri fisik dan psikis inilah yang dapat kita
jadikan acuan sebagai membedakan suatu individu dengan individu lainnya .
Misalnya saja dalam hal sidik jari , menurut penelitian , tidak ada seorang pun
di dunia ini yang mempunyai sidik jari yang sama dengan individu manapun , maka
hal ini memperjelas penjelasan manusia sebagai makhluk individu . Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik
yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka
akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran,
sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari orang lainnya
berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun
psikis. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia,
kita tetap dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri
fisik yang sudah kita kenal. Seperti di tengah-tengah pasar yang penuh orang
atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang, kita akan dapat mengenali
orang yang sudah kita kenal , atau contoh lainnya misalnya kita berada di sebuah konser pertunjukan
music dan kita ingin mencari teman kita , secara tidak sadar memori atau
ingatan tentang teman kita terbuka dan otak kita akan otomatis mencari teman
kita sesuai dengan kriteria atau ciri – ciri fisik maupun sifat dari teman kita
itu . Bahkan tanpa harus melihat muka teman kita , kita sudah tahu dari gerakan
–gerakan yang teman kita buat , cukup meyakinkan kita untuk menebak bahwa itu
teman kita. Maka dapat kita ketahui ciri-ciri
seseorang tidak hanya bisa dilihat melalui fisiknya saja, tetapi juga dapat
dilihat dari sifatnya dan karakter seseorang tersebut . Hal itu akan berbeda jika kita melihat kumpulan hewan
, misalnya kita mempunyai seekor kucing peliharaan dan kucing tersebut kita
beri nama Neko misalnya. Ketika Neko kita tempatkan di sebuah kumpulan
atau ribuan kucing yang sejenis spesiesnya maka kita pastinya akan sangat sulit
mengenali Neko meskipun itu hewan
peliharaan kita . Dari contoh – contoh kasus di atas jelaslah manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk individu karena intinya satu manusia tidak akan sama
dengan manusia yang lain .
Selanjutnya , manusia dikatakan sebagai makhluk social yang berarti
manusia adalah makhluk yang bermasyarakat atau saling bergantung dengan manusia
lainnya . Contoh , meskipun manusia itu merupakan makhluk individu tapi dia
tidak akan bisa hidup sendirian , dimulai dari hal yang sederhana saja , yaitu
saat manusia dilahirkan maka tidak ada seorang ibu pun yang mampu melahirkan
bayinya sendiri , pastilah ada campur tangan orang lain seperti bidan atau
dukun beranak untuk membantu persalinan dan supaya anak yang dilahirkannya
selamat . Contoh lainnya masih dekat dengan cerita di
atas , saat manusia sudah dilahirkan maka manusia akan membutuhkan bantuan
orang lain dan tidak akan bias langsung melakukan aktivitas . Ia tidak dapat langsung berjalan sendiri dan mencari
makanannya sendiri. Harus ada peran orang lain yang membantunya beraktivitas
dan mencarikan makanan untuknya. Manusia tidak dibekali dengan alat-alat fisik
seperti pada hewan. Tetapi manusia dibekali fikiran dan akal yang jauh lebih
sempurna dibandingkan hewan. Dengan akal fikiran manusia bisa memanfaatkannya
untuk mencari alat-alat yang diperlukan untuk memenuhi kehidupannya. Jadi
dengan akal yang dimilikinya, manusia dapat menciptakan alat-alat yang suatu
saat dapat digunakan untuk kepentingan atau kelangsungan hidupnya. Contoh manusia sebagai makhluk
social atau bermasyarakat dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini :
“Seseorang yang ingin
mencari makanan membutuhkan orang lain, seperti para pedagang. Para pedagang
juga membutuhkan orang lain untuk mencarikan bahan dagangannya, misalnya saja
petani, nelayan atau peternak. Petani
akan membutuhkan pupuk dan membelinya di penjual pupuk , pupuk di produksi oleh
industry dan industry membutuhkan pekerja , kemudian pekerja pastilah
membutuhkan makan , maka pekerja akan membeli makanan pada seorang pedagang dan
begitulah seterusnya “.
Semuanya saling berhubungan dan saling ketergantungan satu dengan yang lain.
Maka seseorang tentu tidak bisa melaksanakan aktivitasnya secara total hanya
seorang diri, melainkan membutuhkan tenaga orang lain , dimulai dari manusia itu
dilahirkan sampai manusia itu mati , akan tetap selalu membutuhkan orang lain ,
itulah yang dimaksudkan dengan manusia sebagai makhluk sosial .
2.
Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud,
kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal
sebagai id, ego , dan superego yang
bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud,
kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal
sebagai id, ego , dan superego yang
bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.
A. Id
Id disebut juga sebagai hasrat yang ada dalam
diri manusia dan itu sudah secara naluriah terdapat dalam jiwa manusia . Menurut Freud, id adalah
sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian. Id didorong oleh prinsip
kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan,
keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya
adalah kecemasan atau ketegangan. Id juga dapat
dipusatkan melalui tiga cara yaitu dengan cara perbuatan , kognitif atau
khayalan , dan ekspresi .
Contoh dari perbuatan adalah contoh yang pasti dialami oleh setiap
manusia yaitu menangis ketika saat masih bayi , bayi menangis karena dia merasa
lapar atau haus dan adanya rasa ingin menyusu , lalu bayi akan berhenti
menangis saat ibunya mulai menyusui bayi tersebut . Maka dapat dikatakan id
sangat penting sebagai awal dalam hidup .Kemudian contoh dari kognitif atau
khayalan adalah kemampuan setiap individu untuk membayangkan hal-hal tertentu
yang pada umumnya bersifat menyenangkan , contohnya saat individu A menonton
film petualangan , maka daya khayal individu A akan membawanya masuk dalam film
tersebut dan membayangkan keinginan atau hasrat individu A yag ingin dilakukan
jika ada dalam film tersebut . Cara terakhir adalah cara ekspresi , yaitu dengan memperhatikan emosi
tertentu akan terjadi pengurangan terhadap dorongan-dorongan primitifnya.
Namun , jika kita terus menerus mengedepankan Id maka kita akan selalu
terfokus meraih hasrat dalam diri kita dan itu akan berpotensi mengganggu
kenyamanan orang lain atau bahkan dapat mencelakakan orang lain . Menurut Freud, id mencoba
untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui
proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang
diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.
B.
Ego
Menurut
Freud, ego adalah struktur kepribadian yang berurusan dengan tuntutan
realita,berisi penalaran dan pemahaman yang tepat. Ego berusaha menahan
tindakan sampai dia memiliki kesempatan untuk memahami realitas secara
akurat,memahami apa yang sudah terjadi didalam situasi yang berupa dimasa
lalu,dan membuat rencana yang realistik dimasa depan. Tujuan ego adalah menemukan
cara yang realistis dalam rangka memuaskan Id. Ego
mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
·
Menahan menyalurkan dorongan
·
Mengatur desakan dorongan-dorongan yang sampai pada kesadaran
·
Mengarahkan suatu perbuatan agar mencapai tujuan yang
diterima
·
Berfikir logis
·
Mempergunakan pengalaman emosi-emosi kecewa sebagai tanda
adanya suatu yang salah,yang tidak benar,agar kelak dapat dikategorikan dengan
hal lain untuk memusatkan apa yang akan dilakukan sebaik-baiknya.
Prinsip dari ego adalah realitas atau
kenyataan , untuk bias hidup seorang individu tidak mungkin hanya mengandalkan
hasrat yangterdapat dalam jiwanya , tetapi juga harus berpikir logis untuk
melakukan sesuatu .
Contoh sederhananya adalah ketika seseorang
ingin membeli sebuah Handphone baru dan orang tersebut tidak mempunyai uang
yang cukup untuk membelinya . Jika orang tersebut berpikir untuk mencuri , maka
ego akan muncul dan mengatur pikian kita untuk memahami realita kejadian yang
akan terjadinya berikutnya . Maka jelas dalam hal ini ego bertindak sebagai
pembuat keputusan dari suatu hasrat setiap manusia . Jadi kesimpulannya , ego
merupakan refleksi dari hasil id dan super ego .
C. Super Ego
Komponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah
superego. Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar
internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua
dan masyarakat yang dirasa benar atau salah. Superego memberikan pedoman untuk
membuat penilaian . Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku
kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id
dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena
pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak
sadar.
Contohnya adalah pada saat seorang mahasiswa
sedang berkuliah atau sedang melaksanakan ujian akhir semesternya di sebuah
ruangan perkuliahan pada pukul 2 siang . Dalam hati nurani mahasiswa tersebut
pasti mengkhayalkan pada sebuah imajinasi yang lain yang tidak ada kaitannya
dengan ujian , misalnya dia mengkhayalkan dirinya sedang tidur atau sedang
bersantai – santai di depan televise. Akan tetapi hasrat itu harus dikubur
dalam – dalam karena dirinya tahu bahwa pada saat ini dia harus kuliah dan
melaksanakan ujian akhir . Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat
bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan
kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun
kekuatan-kekuatan duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara
efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu
banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu
mengganggu.
3.
Kebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang bersifat
kompleks. Beberapa orang awam memberikan pengertian atau defenisi
terhadap kebudayaan sebagai sebuah seni. Padahal, sebenarnya kebudayaan itu
bukan hanya sekedar seni. Pengertian kebudayaan melebihi seni itu sendiri
karena kebudayaan meliputi sebuah jaringan kerja dalam kehidupan antar
manusia. Kebudayaan disebut juga sebagai sebuah kebiasaan suatu masyarakat yang
sudah telah lama ada dalam masyarakat tersebut . Kebudayaan adalah wujud ideal yang
bersifat abstrak dan tak dapat diraba yang ada dalam pikiran manusia yang dapat
berupa gagasa, ide, norma, keyakinan dan sebagainya. Dalam setiap kebudayaan
terdapat unsur-unsur yang juga dimiliki oleh kebudayaan lain. Koentjaraningrat
menyebutnya sebagai unsur-unsur kebudayaan yang universal yang meliputi sistem
religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem
pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan sistem teknologi dan
peralatan.
Kebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang bersifat
kompleks. Beberapa orang awam memberikan pengertian atau defenisi
terhadap kebudayaan sebagai sebuah seni. Padahal, sebenarnya kebudayaan itu
bukan hanya sekedar seni. Pengertian kebudayaan melebihi seni itu sendiri
karena kebudayaan meliputi sebuah jaringan kerja dalam kehidupan antar
manusia. Kebudayaan disebut juga sebagai sebuah kebiasaan suatu masyarakat yang
sudah telah lama ada dalam masyarakat tersebut . Kebudayaan adalah wujud ideal yang
bersifat abstrak dan tak dapat diraba yang ada dalam pikiran manusia yang dapat
berupa gagasa, ide, norma, keyakinan dan sebagainya. Dalam setiap kebudayaan
terdapat unsur-unsur yang juga dimiliki oleh kebudayaan lain. Koentjaraningrat
menyebutnya sebagai unsur-unsur kebudayaan yang universal yang meliputi sistem
religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem
pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan sistem teknologi dan
peralatan.
·
Menurut Ki Hajar Dewantara , “Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi
manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat,
yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat). Selain itu, bukti kejayaan hidup
manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam kehidupannya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada awalnya bersifat tertib dan
damai”.
·
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi , “ Kebudayaan adalah sistem pengetahuan
yg meliputi sistem ide yg ada dalam pikiran manusia dalam pengalaman sehari
hari yg sifatnya abstrak”.
·
Menurut Koentjaraningrat , “ kebudayaan adalah suatu sistem gagasan dan
rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan
bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar “.
·
Menurut Taylor , “ kebudayaan
adalah Suatu keseluruhan kompleks yang
meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat,
serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota
masyarakat.”
Jadi dapat
disimpulkan , kebudayaan adalah hasil karya dari sebuah kebiasaan yang timbul
dari suatu kelompok masyarakat yang dipelajari manusia dengan cara belajar .
Ada banyak sekali contoh bentuk – bentuk
kebudayaan yang dapat kita jumpai di Indonesia , seperti misalnya bebagai macam
upacara adat , lagu daerah , baju daerah , rumah daerah , dan tarian atau
kesenian daerah lainnya . Contoh upacara adat hasil dari kebudayaan di
Indonesia adalah seperti upacara ngaben atau upcara pembakaran mayat yang ada
di Bali , upacara Sekaten yang ada di daerah Yogyakarta dan masih banyak lagi.
Semua kebudayaan itu di wariskan secara turun temurun dari satu generasi ke
generasi lainnya secara oral by oral ataupun
melalui sebuah buku penuntun atau tata cara upacara adat . Akan tetapi pada
umumnya kebudayaan diwariskan dengan cara bercerita dari satu mulut ke mulut
lainnya .
Contoh
lainnya adalah warga eskimo yang terdapat di daerah kutub , mereka memilik
kebudayaan yang unik yang sesuai dengan tempat mereka tinggal yaitu daerah yang
selalu ditutupi oleh es . Contoh nyata dari hasil kebudayaan mereka adalah
kehalian dalam mengukir , mereka bahkan bisa membuat rumah dari sebongkah es
yang disebut dengan Iglo .
4. Nilai
merupakan konsep baik dan buruk pada pikiran seseorang , sedangkan moral adalah
berbagai macam perilaku yang dianggap wajar yang bisa diterima masyarakat umum
.
Wujud yang lebih konkret dan objektif dari nilai adalah norma/kaedah. Istilah
moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Derajat kepribadian
seseorang sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. Makna moral yang
terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah
lakunya. Bisa dikatakan manusia yang bermoral adalah manusia yang sikap dan
tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat.
Adapun
beberapa pengertian menurut para ahli seperti menurut Djahiri (1999), “nilai adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat,
atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga
bermakna secara fungsional”.
Sedangkan pengertian moral
menurut Suseno (1998) “ moral ukuran
baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat,
dan warga negara“.Kemerosotan moral sekarang banyak kita temukan pada pejabat-pejabat kita,
yang lebih gembor-gembor lagi dalam pemberitaan adalah masalah korupsi yang
tidak pernah henti-hentinya terjadi di negara kita ini mulai dari kalangan
bawah hingga kalangan atas korupsi telah merajalela. Hal tersebut
dikarenakan kurangnya sudah pendidikan moral yang ada pada individu anak bangsa
saat sekarang ini. Selain korupsi, masih kita dengar ada ayah yang
memperkosa anak kandungnya sendiri, ada ibu yang tega menjual anak kandungnya,
dan masalah lainnya. Sudah saatnya pendidikan moral terhadap anak bangsa
kita tanamkan sejak dini agar nantinya generasi anak bangsa ini menjadi
generasi yang memiliki moral dan memiliki malu dalam melakukan suatu tindakan
criminal, bukannya menjadi individu yang kebal terhadap hukum atau norma yang
berlaku sehingga dengan semena-mena melakukan suatu tindakan yang melanggar
hukum. Nilai
dan moral itu menyatu dalam salah satu struktur kepribadiannya, yang dikenal
dengan super ego atau das uber ich yang merupakan sumber
moral. Dalam
konteksnya mekanisme kerja antara nilai dan moral adalah jika keduanya sudah
menyatu dalam super ego dan seseorang
yang telah mampu mengembangkan super ego
nya dengan baik, sikapnya akan cendrung didasarkan atas nilai-nilai luhur dan
aturan moral tertentu sehingga akan terwujud dalam perilaku yang bermoral.
Dengan demkian, dapat ditarik
benang merah bahwa nilai merupakan dasar petimbangan bagi individu untuk melakukan sesuatu, moral merupakan
perilaku yang seharusnya dilakukan atau dihindari, lalu setelah itu akan muncul
sikap yang merupakan
predisposisi atau kecenderungan individu untuk merespons terhadap suatu objek atau
sekumpulan objek sebagai perwujudan dari sitem nilai dan moral yang ada didalam
dirinya. Sistem nilai mengarahkan pada pembentukan nilai-nilai moral tertentu
yang selanjutnya akan menentukan sikap individu sehubungan dengan objek nilai
dan moral tersebut. Dengan sistem nilai yang dimiliki, individu akan menentukan
perilaku mana yang harus dilakukan dan yang harus dihindarkan, ini akan tampak
dalam sikap dan perilaku nyata sebagai perwujudan dari sitem nilai dan moral
yang mendasarinya.
5.
Keragaman dalam masyarakat disamping memberikan
warna pada kehidupan warganya juga mengandung potensi konflik . Konflik adalah
kenyataan hidup yang tidak terhindarkan dan bersifat kreatif . Oleh karena itu
, konflik sampai tingkatan tertentu dibutuhkan karena berguna untuk membuat
manusia sadar adanya masalah , mendorong kearah perubahan yang diperlukan ,
memperbaiki kondisi , mencari solusi , menumbuhkan semangat dan menambah
kepedulian diri ( Tjosvold , 1982 ) .
Keragaman dalam masyarakat disamping memberikan
warna pada kehidupan warganya juga mengandung potensi konflik . Konflik adalah
kenyataan hidup yang tidak terhindarkan dan bersifat kreatif . Oleh karena itu
, konflik sampai tingkatan tertentu dibutuhkan karena berguna untuk membuat
manusia sadar adanya masalah , mendorong kearah perubahan yang diperlukan ,
memperbaiki kondisi , mencari solusi , menumbuhkan semangat dan menambah
kepedulian diri ( Tjosvold , 1982 ) .
Indonesia
merupakan Negara yang pluralis . Konflik dalam masyarakat plural disebabkan
oleh banyak hal . Konflik dapat disebabkan oleh polarisasi yangterus menerus
terjadi di masyarakat .Polarisasi social yang memisahkan masyrakat berdasarkan
penggolongan –penggolongan tertentu dapat menyebabkan timbulnya
ketidakpercayaan dan permusuhan antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat
yang dapat berujung pada munculnnya kekerasan yang terbuka . Konflik juga dapat
disebabkan oleh posisi – posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan . Di
Indonesia sendiri pernah terjadi berbagai konflik , baik itu konflik budaya ,
social , ekonomi maupun konflik agama .
·
Contoh konflik nyata yang berdasarkan kebudayaan
adalah perebutan kebudayaan Indonesia dengan Malaysia , dimana Malaysia
mengklaim reog ponorogo sebagai tarian daerah yang berasal dari Malaysia dan
juga kasus masakan rendang yang sempat di klaim oleh Malaysia juga . Selain
beberapa kasus diatas , Malaysia juga pernah mengakui pulau yang berada di
wilayah Indonesia . 

·
Contoh kasus
nyata dalam konflik social yang sering kita lihat di sekitar kita adalah
banyaknya anak usia sekolah yang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dan
memilih untuk membantu orang tuanya . Pada awalnya memang hanya membantu , akan
tetapi lama kelamaan hal itu menjadi pekerjaan permanen bagi sang anak .
Pemerintah memang sudah menyediakan BOS akan tetapi hal itu dirasa belum cukup
, karena masih ada biaya – biaya lain yang tidak bisa dicukupi oleh orang tua
agar anaknya bisa bersekolah seperti biaya transportasi . Contoh lainya adalah
konflik yang sering terjadi antara masyarakat pendukung sepak bola seperti The
Jack ( PERSIJA ) dan Bobotoh ( PERSIB ) . Konflik tersebut bisa jadi didasari
oleh perbedaan suku atau hanya kurangnya kesadaran dari para supporter sepak
bola itu sendiri .
Contoh kasus
nyata dalam konflik social yang sering kita lihat di sekitar kita adalah
banyaknya anak usia sekolah yang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dan
memilih untuk membantu orang tuanya . Pada awalnya memang hanya membantu , akan
tetapi lama kelamaan hal itu menjadi pekerjaan permanen bagi sang anak .
Pemerintah memang sudah menyediakan BOS akan tetapi hal itu dirasa belum cukup
, karena masih ada biaya – biaya lain yang tidak bisa dicukupi oleh orang tua
agar anaknya bisa bersekolah seperti biaya transportasi . Contoh lainya adalah
konflik yang sering terjadi antara masyarakat pendukung sepak bola seperti The
Jack ( PERSIJA ) dan Bobotoh ( PERSIB ) . Konflik tersebut bisa jadi didasari
oleh perbedaan suku atau hanya kurangnya kesadaran dari para supporter sepak
bola itu sendiri .
·
Pemicu konflik di tanah air karena tingginya
kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin. Ketimpangan ekonomi yang
tinggi, menyulut emosi masyarakat di level bawah tersinggung, marah serta mudah
diprovokasi yang mengakibatkan terjadinya konflik horizontal di masyarakat. Permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia bukanlah
permasalahan ekonomi makro, melainkan masalah ekonomi mikro. Yang dapat
menyelesaikan permasalahan tersebut adalah para insinyur bukan ahli ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Fauzi Ichsan, Vice President&Economist Standard
Chartered. Masalah mikro lainnya, lanjut Fauzi adalah masalah pembebasan lahan
yang selama ini sering menjadi permasalahan besar antara pengembang dan warga.
Belum transparannya penggunaan retribusi pajak juga menjadi salah satu masalah
ekonomi yang dihadapi Indonesia. Menurut Fauzi, permasalahan pembebasan lahan
dan retribusi pajak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah, bukan para
menteri yang duduk di pemerintahan. Fauzi mengatakan, kesemua masalah tersebut
harus segera diselesaikan. Para investor terutama investor asing baru akan
menanamkan modalnya jika mendapat kejelasan dari sisi ekonomi. Di Indonesia
permasalahan ekonomi mikro seperti belum meratanya pembangunan pembangkit
tenaga listrik di Indonesia juga menjadi salah satu masalah ekonomi Indonesia
juga perlu mendapat perhatian dan perlu dipecahkan yaitu dengan cara pembebasan
lahan dan retribusi pajak.
·
Selain konflik yang terjadi di atas ,
Indonesia juga rentan terhadap konflik keagamaan yang mucul dalam bentuk
kerusuhan , perang antar suku , pembakaran rumah – rumah ibadah dan sebagainya
. Dalam hal ini dapat kita sebutkan kasus –kasus yang terjadi di Poso , Sampit
, Ambon dan masih banyak lagi . Apa yang tampak sebagai kerusuhan yang berlatar
belakang agama bisa jadi lebih sempit terkait dengan setimen etnis atau
kesukuan , begitu juga dengan konflik yang tampak dengan latar belakang etnis
atau keagamaan sebenarnya hanya merupakan perwujudan dari kecemburuan social .
Oleh karena itu perlu mengidentifikasi penyebab konflik kasus per kasus untuk
dicarikan solusinya .
Dari contoh kasus – kasus diatas maka perlu
adanya sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalah – permasalahan yang sudah
terjadi agar tidak terjadi lagi di lain waktu.
Mengingat
potensi konflik dalam masyarakat pluralis pada hal ini Negara Indonesia, maka
perlu disusun strategi pengelolaan dan penyelasain konflik dimaksud demi
terwujudnya integrasi nasional . Contoh solusi dalam menyelesaikan masalah
konflik apapun itu adalah dengan cara menhadirkan orang ke tiga sebagai
mediator atau penengah . Adapun cara mencegah terjadinya
konflik, antara lain dengan saling menghormati antar masyarakat, apabila hal
ini terwujud maka setiap orang akan memiliki perasaan yang sama, bahagia karena
dihormati sehingga memunculkan rasa menghormati oranglain. Selanjutnya dengan
menjaga kerukunan masyarakat, walaupun mungkin hal ini sulit mengingat
masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku yang memiliki ciri watak
berbeda-beda namun akan menjadi mudah apabila sudah terbentuk suatu sikap untuk
saling menjaga dan mempertahankan kerukunan baik antar umat beragama, antar
etnis, serta antar suku bangsa yang kuat dari dalam diri masyarakat.
Serta dengan berpikir sebelum bertindak, ini
penting karena pasti ada akibat dari sebab. Setiap apa yang kita lakukan pasti
menimbulkan suatu akibat, apalagi akibat dari konflik yang negatif, yaitu
korban berjatuhan, hilangnya harta, maka harus selalu memikirkan matang-matang
setiap rencana.
Komentar
Posting Komentar