UTS Ilmu Sosial dan Budaya Dasar - UPT MKU UNJ

UJIAn tengah semester
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
    
    
    
 



 

UJIAN TENGAH SEMESTER

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



IRSAN SUMARNA

3315140662

PENDIDIKAN KIMIA BILINGUAL 2014

 

 

 

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

 

 

Unit Pelayanan Tehnis (UPT) MKU

Universitas Negeri Jakarta

 

 

Tugas UTS

(26/0kt/2015)

Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)

Petunjuk :
Jawablah pertanyaan berikut secara jelas dan mengacu pada konsep-konsep yang ada di dalam buku yang menjadi acuan perkuliahan dan perkuliahan yang sudah anda ikuti. Kemudian kirim jawaban anda melalui email sebagai berikut: siswanto.unj@gmail.com

 

Pertanyaan:
1.      Jelaskan pengertian manusia sebagai makhluk individu dan  manusia sebagai makhluk sosial? Berikan ilustrasi nyata dari dua konsep tersebut!
2.      Jelaskan pandangan Sigmund Freud tentang tiga unsur penting yang melekat pada diri manusia? Berikan contoh nyata dari pandangan tersebut!
3.      Jelaskan pengertian kebudayaan dan berikan contoh kongkrit  bentuk-bentuk kebudayaan?
4.      Jelaskan pengertian  nilai dan moral serta berikan contoh empiris dari mekanisme kerja nilai dan moral yang berlaku di masyarakat?
5.      Bangsa  Indonesia  memiliki keanekaragaman sosial, ekonomi, budaya dan agama. Kondisi tersebut rentan dengan konflik. Berikan ilustrasi nyata tentang konflik-konflik yang pernah terjadi, baik konflik budaya, ekonomi, sosial, maupun agama!  Solusi apa yang tepat untuk mensiasati kerentanan aneke macam konflik  tersebut?

Selamat mengerjakan  !!! J

Jawaban :
1.      https://rizkaandita.files.wordpress.com/2014/02/manusia-sebagai-makhluk-individu1.jpg?w=487Manusia sebagai mahkluk individu berarti manusia hidup sebagai perseorangan atau suatu kesatuan yang terbatas dan setiap individu tersebut memiliki keunikan tersendiri . Sekalipun orang itu terlahir secara kembar, mereka tidak ada yang memiliki ciri fisik dan psikis yang persis sama .  Ciri fisik dan psikis inilah yang dapat kita jadikan acuan sebagai membedakan suatu individu dengan individu lainnya . Misalnya saja dalam hal sidik jari , menurut penelitian , tidak ada seorang pun di dunia ini yang mempunyai sidik jari yang sama dengan individu manapun , maka hal ini memperjelas penjelasan manusia sebagai makhluk individu . Walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi kalau perhatian kita tujukan pada hal yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan-perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran, sifat, dan lain-lainnya. Kita dapat membedakan seseorang dari orang lainnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang ada, baik pada perbedaan fisik maupun psikis. Begitu pula dalam kumpulan atau kerumunan ribuan atau jutaan manusia, kita tetap dapat mengenali seseorang yang sudah kita kenal karena memiliki ciri fisik yang sudah kita kenal. Seperti di tengah-tengah pasar yang penuh orang atau di lapangan di mana berkumpul ribuan orang, kita akan dapat mengenali orang yang sudah kita kenal , atau contoh lainnya misalnya kita berada di sebuah konser pertunjukan music dan kita ingin mencari teman kita , secara tidak sadar memori atau ingatan tentang teman kita terbuka dan otak kita akan otomatis mencari teman kita sesuai dengan kriteria atau ciri – ciri fisik maupun sifat dari teman kita itu . Bahkan tanpa harus melihat muka teman kita , kita sudah tahu dari gerakan –gerakan yang teman kita buat , cukup meyakinkan kita untuk menebak bahwa itu teman kita. Maka dapat kita ketahui ciri-ciri seseorang tidak hanya bisa dilihat melalui fisiknya saja, tetapi juga dapat dilihat dari sifatnya dan karakter seseorang tersebut .  Hal itu akan berbeda jika kita melihat kumpulan hewan , misalnya kita mempunyai seekor kucing peliharaan dan kucing tersebut kita beri nama Neko misalnya. Ketika Neko kita tempatkan di sebuah kumpulan atau ribuan kucing yang sejenis spesiesnya maka kita pastinya akan sangat sulit mengenali Neko meskipun itu hewan peliharaan kita . Dari contoh – contoh kasus di atas jelaslah manusia dapat dikatakan sebagai makhluk individu karena intinya satu manusia tidak akan sama dengan manusia yang lain .

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqpKvc9mhH-03n3DcISycoxX-jEV8gFYGDm8OAHBwViN01xAEnMtNt3FSqIt4AKAUn0D0jn4QbOuttv9B3T0IaUucThMUC2f2y4jMTv3juDjr0xfS9XPvRk6AaslC31_tWOiS7XoDWYVE/s1600/manusia+sebagai+makhluk+sosial.pngSelanjutnya , manusia dikatakan sebagai makhluk social yang berarti manusia adalah makhluk yang bermasyarakat atau saling bergantung dengan manusia lainnya . Contoh , meskipun manusia itu merupakan makhluk individu tapi dia tidak akan bisa hidup sendirian , dimulai dari hal yang sederhana saja , yaitu saat manusia dilahirkan maka tidak ada seorang ibu pun yang mampu melahirkan bayinya sendiri , pastilah ada campur tangan orang lain seperti bidan atau dukun beranak untuk membantu persalinan dan supaya anak yang dilahirkannya selamat .  Contoh lainnya masih dekat dengan cerita di atas , saat manusia sudah dilahirkan maka manusia akan membutuhkan bantuan orang lain dan tidak akan bias langsung melakukan aktivitas . Ia tidak dapat langsung berjalan sendiri dan mencari makanannya sendiri. Harus ada peran orang lain yang membantunya beraktivitas dan mencarikan makanan untuknya. Manusia tidak dibekali dengan alat-alat fisik seperti pada hewan. Tetapi manusia dibekali fikiran dan akal yang jauh lebih sempurna dibandingkan hewan. Dengan akal fikiran manusia bisa memanfaatkannya untuk mencari alat-alat yang diperlukan untuk memenuhi kehidupannya. Jadi dengan akal yang dimilikinya, manusia dapat menciptakan alat-alat yang suatu saat dapat digunakan untuk kepentingan atau kelangsungan hidupnya. Contoh manusia sebagai makhluk social atau bermasyarakat dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini :
Seseorang yang ingin mencari makanan membutuhkan orang lain, seperti para pedagang. Para pedagang juga membutuhkan orang lain untuk mencarikan bahan dagangannya, misalnya saja petani, nelayan atau peternak. Petani akan membutuhkan pupuk dan membelinya di penjual pupuk , pupuk di produksi oleh industry dan industry membutuhkan pekerja , kemudian pekerja pastilah membutuhkan makan , maka pekerja akan membeli makanan pada seorang pedagang dan begitulah seterusnya “. Semuanya saling berhubungan dan saling ketergantungan satu dengan yang lain. Maka seseorang tentu tidak bisa melaksanakan aktivitasnya secara total hanya seorang diri, melainkan membutuhkan tenaga orang lain , dimulai dari manusia itu dilahirkan sampai manusia itu mati , akan tetap selalu membutuhkan orang lain , itulah yang dimaksudkan dengan manusia sebagai makhluk sosial .

2.      http://www.drsheedy.com/images/freud.gifMenurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian terdiri dari tiga elemen. Ketiga unsur kepribadian itu dikenal sebagai id, ego , dan superego yang bekerja sama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

A.     Id
Id disebut juga sebagai hasrat yang ada dalam diri manusia dan itu sudah secara naluriah terdapat dalam jiwa manusia . Menurut Freud, id adalah sumber segala energi psikis, sehingga komponen utama kepribadian. Id didorong oleh prinsip kesenangan, yang berusaha untuk kepuasan segera dari semua keinginan, keinginan, dan kebutuhan. Jika kebutuhan ini tidak puas langsung, hasilnya adalah kecemasan  atau ketegangan. Id juga dapat dipusatkan melalui tiga cara yaitu dengan cara perbuatan , kognitif atau khayalan , dan ekspresi .
Contoh dari perbuatan adalah contoh yang pasti dialami oleh setiap manusia yaitu menangis ketika saat masih bayi , bayi menangis karena dia merasa lapar atau haus dan adanya rasa ingin menyusu , lalu bayi akan berhenti menangis saat ibunya mulai menyusui bayi tersebut . Maka dapat dikatakan id sangat penting sebagai awal dalam hidup .Kemudian contoh dari kognitif atau khayalan adalah kemampuan setiap individu untuk membayangkan hal-hal tertentu yang pada umumnya bersifat menyenangkan , contohnya saat individu A menonton film petualangan , maka daya khayal individu A akan membawanya masuk dalam film tersebut dan membayangkan keinginan atau hasrat individu A yag ingin dilakukan jika ada dalam film tersebut . Cara terakhir adalah cara ekspresi , yaitu dengan memperhatikan emosi tertentu akan terjadi pengurangan terhadap dorongan-dorongan primitifnya.
Namun , jika kita terus menerus mengedepankan Id maka kita akan selalu terfokus meraih hasrat dalam diri kita dan itu akan berpotensi mengganggu kenyamanan orang lain atau bahkan dapat mencelakakan orang lain . Menurut Freud, id mencoba untuk menyelesaikan ketegangan yang diciptakan oleh prinsip kesenangan melalui proses utama, yang melibatkan pembentukan citra mental dari objek yang diinginkan sebagai cara untuk memuaskan kebutuhan.
B.      Ego
Menurut Freud, ego adalah struktur kepribadian yang berurusan dengan tuntutan realita,berisi penalaran dan pemahaman yang tepat. Ego berusaha menahan tindakan sampai dia memiliki kesempatan untuk memahami realitas secara akurat,memahami apa yang sudah terjadi didalam situasi yang berupa dimasa lalu,dan membuat rencana yang realistik dimasa depan. Tujuan ego adalah menemukan cara yang realistis dalam rangka memuaskan Id. Ego mempunyai beberapa fungsi diantaranya :
·         Menahan menyalurkan dorongan
·         Mengatur desakan dorongan-dorongan yang sampai pada kesadaran
·         Mengarahkan suatu perbuatan agar mencapai tujuan yang diterima
·         Berfikir logis
·         Mempergunakan pengalaman emosi-emosi kecewa sebagai tanda adanya suatu yang salah,yang tidak benar,agar kelak dapat dikategorikan dengan hal lain untuk memusatkan apa yang akan dilakukan sebaik-baiknya.
Prinsip dari ego adalah realitas atau kenyataan , untuk bias hidup seorang individu tidak mungkin hanya mengandalkan hasrat yangterdapat dalam jiwanya , tetapi juga harus berpikir logis untuk melakukan sesuatu .
Contoh sederhananya adalah ketika seseorang ingin membeli sebuah Handphone baru dan orang tersebut tidak mempunyai uang yang cukup untuk membelinya . Jika orang tersebut berpikir untuk mencuri , maka ego akan muncul dan mengatur pikian kita untuk memahami realita kejadian yang akan terjadinya berikutnya . Maka jelas dalam hal ini ego bertindak sebagai pembuat keputusan dari suatu hasrat setiap manusia . Jadi kesimpulannya , ego merupakan refleksi dari hasil id dan super ego .
C.      Super Ego
http://www.simplypsychology.org/freud-psyche.JPGKomponen terakhir untuk mengembangkan kepribadian adalah superego. Superego adalah aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua  dan masyarakat yang dirasa benar atau salah. Superego memberikan pedoman untuk membuat penilaian . Superego bertindak untuk menyempurnakan dan membudayakan perilaku kita. Ia bekerja untuk menekan semua yang tidak dapat diterima mendesak dari id dan perjuangan untuk membuat tindakan ego atas standar idealis lebih karena pada prinsip-prinsip realistis. Superego hadir dalam sadar, prasadar dan tidak sadar.
Contohnya adalah pada saat seorang mahasiswa sedang berkuliah atau sedang melaksanakan ujian akhir semesternya di sebuah ruangan perkuliahan pada pukul 2 siang . Dalam hati nurani mahasiswa tersebut pasti mengkhayalkan pada sebuah imajinasi yang lain yang tidak ada kaitannya dengan ujian , misalnya dia mengkhayalkan dirinya sedang tidur atau sedang bersantai – santai di depan televise. Akan tetapi hasrat itu harus dikubur dalam – dalam karena dirinya tahu bahwa pada saat ini dia harus kuliah dan melaksanakan ujian akhir . Dengan kekuatan bersaing begitu banyak, mudah untuk melihat bagaimana konflik mungkin timbul antara ego, id dan superego. Freud menggunakan kekuatan ego istilah untuk merujuk kepada kemampuan ego berfungsi meskipun kekuatan-kekuatan duel. Seseorang dengan kekuatan ego yang baik dapat secara efektif mengelola tekanan ini, sedangkan mereka dengan kekuatan ego terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat menjadi terlalu keras hati atau terlalu mengganggu.

3.      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJU_cWIvRJYfL9GSex278JRwE6ck3D3dGK5pJizbgXX7oYJ943ifUyKilpAZSuxrCbtsO7mmLbVDfalU518wCrUzvMhXaMCXVNKskYiWul5piRdALx01O5gzD5L4fK_ZvRkt9dsoVzq3D_/s1600/budayaku.jpgKebudayaan adalah seluruh hasil karya manusia yang bersifat kompleks. Beberapa orang awam memberikan pengertian atau defenisi terhadap kebudayaan sebagai sebuah seni. Padahal, sebenarnya kebudayaan itu bukan hanya sekedar seni. Pengertian kebudayaan melebihi seni itu sendiri karena kebudayaan meliputi sebuah jaringan kerja dalam kehidupan antar  manusia. Kebudayaan disebut juga sebagai sebuah kebiasaan suatu masyarakat yang sudah telah lama ada dalam masyarakat tersebut . Kebudayaan adalah wujud ideal yang bersifat abstrak dan tak dapat diraba yang ada dalam pikiran manusia yang dapat berupa gagasa, ide, norma, keyakinan dan sebagainya. Dalam setiap kebudayaan terdapat unsur-unsur yang juga dimiliki oleh kebudayaan lain. Koentjaraningrat menyebutnya sebagai unsur-unsur kebudayaan yang universal yang meliputi sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan sistem teknologi dan peralatan.
·         Menurut Ki Hajar Dewantara , Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara berarti buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat). Selain itu, bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran di dalam kehidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada awalnya bersifat tertib dan damai.
·         Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi , Kebudayaan adalah sistem pengetahuan yg meliputi sistem ide yg ada dalam pikiran manusia dalam pengalaman sehari hari yg sifatnya abstrak”.
·         Menurut Koentjaraningrat , “ kebudayaan adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.
·         Menurut Taylor , “ kebudayaan adalah Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan , kebudayaan adalah hasil karya dari sebuah kebiasaan yang timbul dari suatu kelompok masyarakat yang dipelajari manusia dengan cara belajar .

http://www.cuinbali.com/wp-content/uploads/2014/03/upacara-ngaben-4.jpgAda banyak sekali contoh bentuk – bentuk kebudayaan yang dapat kita jumpai di Indonesia , seperti misalnya bebagai macam upacara adat , lagu daerah , baju daerah , rumah daerah , dan tarian atau kesenian daerah lainnya . Contoh upacara adat hasil dari kebudayaan di Indonesia adalah seperti upacara ngaben atau upcara pembakaran mayat yang ada di Bali , upacara Sekaten yang ada di daerah Yogyakarta dan masih banyak lagi. Semua kebudayaan itu di wariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya secara oral by oral ataupun melalui sebuah buku penuntun atau tata cara upacara adat . Akan tetapi pada umumnya kebudayaan diwariskan dengan cara bercerita dari satu mulut ke mulut lainnya .
Contoh lainnya adalah warga eskimo yang terdapat di daerah kutub , mereka memilik kebudayaan yang unik yang sesuai dengan tempat mereka tinggal yaitu daerah yang selalu ditutupi oleh es . Contoh nyata dari hasil kebudayaan mereka adalah kehalian dalam mengukir , mereka bahkan bisa membuat rumah dari sebongkah es yang disebut dengan Iglo .

4.      Nilai merupakan konsep baik dan buruk pada pikiran seseorang , sedangkan moral adalah berbagai macam perilaku yang dianggap wajar yang bisa diterima masyarakat umum . Wujud yang lebih konkret dan objektif dari nilai adalah norma/kaedah. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Derajat kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh moralitas yang dimilikinya. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Bisa dikatakan manusia yang bermoral adalah manusia yang sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
 https://karivqi.files.wordpress.com/2012/10/moral1.pngAdapun beberapa pengertian menurut para ahli seperti menurut Djahiri (1999), “nilai  adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga bermakna secara fungsional.
Sedangkan pengertian moral menurut Suseno (1998) moral ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara.Kemerosotan moral sekarang banyak kita temukan pada pejabat-pejabat kita, yang lebih gembor-gembor lagi dalam pemberitaan adalah masalah korupsi yang tidak pernah henti-hentinya terjadi di negara kita ini mulai dari kalangan bawah hingga kalangan atas korupsi telah merajalela.  Hal tersebut dikarenakan kurangnya sudah pendidikan moral yang ada pada individu anak bangsa saat sekarang ini.  Selain korupsi, masih kita dengar ada ayah yang memperkosa anak kandungnya sendiri, ada ibu yang tega menjual anak kandungnya, dan masalah lainnya.  Sudah saatnya pendidikan moral terhadap anak bangsa kita tanamkan sejak dini agar nantinya generasi anak bangsa ini menjadi generasi yang memiliki moral dan memiliki malu dalam melakukan suatu tindakan criminal, bukannya menjadi individu yang kebal terhadap hukum atau norma yang berlaku sehingga dengan semena-mena melakukan suatu tindakan yang melanggar hukum. Nilai dan moral itu menyatu dalam salah satu struktur kepribadiannya, yang dikenal dengan super ego atau das uber ich yang merupakan sumber moral. Dalam konteksnya mekanisme kerja antara nilai dan moral adalah jika keduanya sudah menyatu dalam super ego dan seseorang yang telah mampu mengembangkan super ego nya dengan baik, sikapnya akan cendrung didasarkan atas nilai-nilai luhur dan aturan moral tertentu sehingga akan terwujud dalam perilaku yang bermoral.
Dengan demkian, dapat ditarik benang merah bahwa nilai merupakan dasar petimbangan bagi individu  untuk melakukan sesuatu, moral merupakan perilaku yang seharusnya dilakukan atau dihindari, lalu setelah itu akan muncul sikap yang merupakan predisposisi atau kecenderungan individu untuk merespons terhadap suatu objek atau sekumpulan objek sebagai perwujudan dari sitem nilai dan moral yang ada didalam dirinya. Sistem nilai mengarahkan pada pembentukan nilai-nilai moral tertentu yang selanjutnya akan menentukan sikap individu sehubungan dengan objek nilai dan moral tersebut. Dengan sistem nilai yang dimiliki, individu akan menentukan perilaku mana yang harus dilakukan dan yang harus dihindarkan, ini akan tampak dalam sikap dan perilaku nyata sebagai perwujudan dari sitem nilai dan moral yang mendasarinya.

5.      https://pusporenanjoyoblog.files.wordpress.com/2013/02/rukun-beragama.jpgKeragaman dalam masyarakat disamping memberikan warna pada kehidupan warganya juga mengandung potensi konflik . Konflik adalah kenyataan hidup yang tidak terhindarkan dan bersifat kreatif . Oleh karena itu , konflik sampai tingkatan tertentu dibutuhkan karena berguna untuk membuat manusia sadar adanya masalah , mendorong kearah perubahan yang diperlukan , memperbaiki kondisi , mencari solusi , menumbuhkan semangat dan menambah kepedulian diri ( Tjosvold , 1982 ) .
Indonesia merupakan Negara yang pluralis . Konflik dalam masyarakat plural disebabkan oleh banyak hal . Konflik dapat disebabkan oleh polarisasi yangterus menerus terjadi di masyarakat .Polarisasi social yang memisahkan masyrakat berdasarkan penggolongan –penggolongan tertentu dapat menyebabkan timbulnya ketidakpercayaan dan permusuhan antara kelompok yang berbeda dalam masyarakat yang dapat berujung pada munculnnya kekerasan yang terbuka . Konflik juga dapat disebabkan oleh posisi – posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan . Di Indonesia sendiri pernah terjadi berbagai konflik , baik itu konflik budaya , social , ekonomi maupun konflik agama .
·         Contoh konflik nyata yang berdasarkan kebudayaan adalah perebutan kebudayaan Indonesia dengan Malaysia , dimana Malaysia mengklaim reog ponorogo sebagai tarian daerah yang berasal dari Malaysia dan juga kasus masakan rendang yang sempat di klaim oleh Malaysia juga . Selain beberapa kasus diatas , Malaysia juga pernah mengakui pulau yang berada di wilayah Indonesia . http://www.greatnesia.com/wp-content/uploads/2013/12/reog-ponorogo.jpg
·         https://sosiologiumm.files.wordpress.com/2011/09/supporter.jpgContoh kasus nyata dalam konflik social yang sering kita lihat di sekitar kita adalah banyaknya anak usia sekolah yang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dan memilih untuk membantu orang tuanya . Pada awalnya memang hanya membantu , akan tetapi lama kelamaan hal itu menjadi pekerjaan permanen bagi sang anak . Pemerintah memang sudah menyediakan BOS akan tetapi hal itu dirasa belum cukup , karena masih ada biaya – biaya lain yang tidak bisa dicukupi oleh orang tua agar anaknya bisa bersekolah seperti biaya transportasi . Contoh lainya adalah konflik yang sering terjadi antara masyarakat pendukung sepak bola seperti The Jack ( PERSIJA ) dan Bobotoh ( PERSIB ) . Konflik tersebut bisa jadi didasari oleh perbedaan suku atau hanya kurangnya kesadaran dari para supporter sepak bola itu sendiri .
·         Pemicu konflik di tanah air karena tingginya kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin. Ketimpangan ekonomi yang tinggi, menyulut emosi masyarakat di level bawah tersinggung, marah serta mudah diprovokasi yang mengakibatkan terjadinya konflik horizontal di masyarakat. Permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia bukanlah permasalahan ekonomi makro, melainkan masalah ekonomi mikro. Yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut adalah para insinyur bukan ahli ekonomi. Hal tersebut disampaikan Fauzi Ichsan, Vice President&Economist Standard Chartered. Masalah mikro lainnya, lanjut Fauzi adalah masalah pembebasan lahan yang selama ini sering menjadi permasalahan besar antara pengembang dan warga. Belum transparannya penggunaan retribusi pajak juga menjadi salah satu masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia. Menurut Fauzi, permasalahan pembebasan lahan dan retribusi pajak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah, bukan para menteri yang duduk di pemerintahan. Fauzi mengatakan, kesemua masalah tersebut harus segera diselesaikan. Para investor terutama investor asing baru akan menanamkan modalnya jika mendapat kejelasan dari sisi ekonomi. Di Indonesia permasalahan ekonomi mikro seperti belum meratanya pembangunan pembangkit tenaga listrik di Indonesia juga menjadi salah satu masalah ekonomi Indonesia juga perlu mendapat perhatian dan perlu dipecahkan yaitu dengan cara pembebasan lahan dan retribusi pajak.
·         Selain konflik yang terjadi di atas , Indonesia juga rentan terhadap konflik keagamaan yang mucul dalam bentuk kerusuhan , perang antar suku , pembakaran rumah – rumah ibadah dan sebagainya . Dalam hal ini dapat kita sebutkan kasus –kasus yang terjadi di Poso , Sampit , Ambon dan masih banyak lagi . Apa yang tampak sebagai kerusuhan yang berlatar belakang agama bisa jadi lebih sempit terkait dengan setimen etnis atau kesukuan , begitu juga dengan konflik yang tampak dengan latar belakang etnis atau keagamaan sebenarnya hanya merupakan perwujudan dari kecemburuan social . Oleh karena itu perlu mengidentifikasi penyebab konflik kasus per kasus untuk dicarikan solusinya .

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUwfDTc3EbGMziCh2RvVvxINJp7-qh038m5OtQYowi7YN1dpyjlbJ1cHjv-jKyDinwR3qzF5EYTmehnHca_SOCRfgC09AlUD-Fg1DOiExRB6We9imOVS3dms6wKVfRAIwDB_g26wsxyaE/s320/kerusuhan+tarakan.jpgDari contoh kasus – kasus diatas maka perlu adanya sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalah – permasalahan yang sudah terjadi agar tidak terjadi lagi di lain waktu.
Mengingat potensi konflik dalam masyarakat pluralis pada hal ini Negara Indonesia, maka perlu disusun strategi pengelolaan dan penyelasain konflik dimaksud demi terwujudnya integrasi nasional . Contoh solusi dalam menyelesaikan masalah konflik apapun itu adalah dengan cara menhadirkan orang ke tiga sebagai mediator atau penengah . Adapun cara mencegah terjadinya konflik, antara lain dengan saling menghormati antar masyarakat, apabila hal ini terwujud maka setiap orang akan memiliki perasaan yang sama, bahagia karena dihormati sehingga memunculkan rasa menghormati oranglain. Selanjutnya dengan menjaga kerukunan masyarakat, walaupun mungkin hal ini sulit mengingat masyarakat Indonesia terdiri dari ratusan suku yang memiliki ciri watak berbeda-beda namun akan menjadi mudah apabila sudah terbentuk suatu sikap untuk saling menjaga dan mempertahankan kerukunan baik antar umat beragama, antar etnis, serta antar suku bangsa yang kuat dari dalam diri masyarakat.

Serta dengan berpikir sebelum bertindak, ini penting karena pasti ada akibat dari sebab. Setiap apa yang kita lakukan pasti menimbulkan suatu akibat, apalagi akibat dari konflik yang negatif, yaitu korban berjatuhan, hilangnya harta, maka harus selalu memikirkan matang-matang setiap rencana.

Komentar