Lupa Bayar

Lupa Bayar
( #1 )

Jam pelajaran Matematika pun akhirnya selesai dan kami mendapatkan PR yang lumayan susah untuk diselesaikan . Saat itu terik matahari “membelai” lembut kulit hingga hampir serasa mengelupas . Kami duduk di depan kelas sambil melihat anak – anak olahraga yang sedang berlatih bermain volley . Jam pelajaran memang sudah usai tapi kami enggan untuk pulang kerumah karena waktu masih menunjukan pukul 14.00 dan saat itu hari sedang panas-panasnya , ditambah lagi perjalanan pulang akan tambah lama dikarenakan bubarnya buruh pabrik yang tiap hari memacetkan jalan . Akhirnya kami pun berbincang – bincang terlebih dahulu di depan kelas . Kami merupakan siswa kelas XI Ipa 1 di SMA Negeri 1 CIkembar pada saat itu . Saat itu Zaky membuka obrolan dengan membicarakan PR Matematika yang kami dapatkan tadi .
“ bagaimana kalau kita belajar bareng di rumah si Icon ?” ajak Zaki .
Namaku Irsan tapi teman – temanku sering memanggilku dengan nama Icon , entah karena alasan apa mereka memanggilku dengan sebutan itu , selagi dirasa nyaman aku tidak mempermasalahkan hal itu . Zaki bisa dibilang sangat mahir MTK dibanding kita semua , akan tetapi sikapnya tidak menunjukan bahwa dia adalah orang yang sangat pintar . Caranya berpakaian seperti preman dan tingkah lakunya pun agak kurang jelas , tapi caranya bersosialisasi sangat ku kagumi karena dia bisa bergaul dengan siapa saja , berbeda denganku yang selalu takut untuk bergaul dengan orang jika orang lain tersebut dirasa meresahkan atau dilihat seperti anak-anak yang tidak baik . Memang salah sih menilai orang lain dari luarnya saja , tapi begitulah sikapku , tidak pernah percaya jika belum ada bukti yang cukup kuat dan meyakinkan.
“ banyak makanan nggak dirumahna , kalau banyak aku ikut “ sahut Reynold .
Reynold salah satu siswa pintar juga , saat kelas X dia berada dikelas X-4 dan saat iu dia menduduki ranking pertama dikelasnya , saat kelas XI semua murid dibagi jurusan dan akhirnya aku dan dia bisa sekelas di kelas XI-Ipa 1. Seperti biasanya , aku melihat Reynold seperti orang yang mengagumkan sebelumnya karena prestasinya saat duduk dikelas X , namun pandanganku berubah saat aku berada satu kelas dengannya . Seiring berjalannya waktu aku sedikit tahu kepribadian teman sekelasku yang baru . Reynold memang pintar , akan tetapi entah kenapa dia selalu saja di Bully oleh teman-teman yang lain . Entah karena dia pura-pura bodoh untuk mendapatkan perhatian atau memang tingkah lakunya seperti itu . Sifatnya yang tidak mudah percaya tapi mudah juga untuk dibodohi adalah salah satu yang unik darinya . Salah satu kisah yang menarik tentang dia akan diceritakan dalam kisah ini .
“yaudah jangan piker lama-lama nanti nggak jadi , ayo berangkat lah “ ajak Ari yang saat itu ada bersama kami juga .
Akhirnya kami pun berangkat ke rumahku untuk mengerjakan PR MTK , tapi sebenarnya mereka hanya ingin bermain saja sepertinya .
Jarak rumahku ke sekolah tidak begitu jauh , mungkin hanya sekitar 1KM saja.Kebetulan saat itu tidak satu pun dari kami yang membawa motor sehingga memutuskan untuk naik kendaraan umum yaitu angkot . Kami segera berjalan keluar sekolah dan saat itu sudah ada angkot yang berhenti didepan sekolah , angkot itu sudah dipenuhi oleh murid wanita yang kebetulan berasal dari sekolah kami juga . Kami pun langsung naik angkot tersebut meskipun berdesakan .
Amgkot pun berjalan , dan singkat cerita angkot tersebt berhenti didepan rumahku .
“ Kiri pak !” seru Reynold yang duduk didepan dengan Zaki . Aku segera merogoh saku dan memberikan uang kepada Ari untuk membayar ongkos .
“ Pak ini ongkosnya sama temen saya juga Pak sekalian “ kata Ari .
Reynold dan Zaki pun turun dari angkot terlebih dahulu dan langsung menyebrang kerumahku , aku dan Ari masih belum nyebrang karena saat itu jalanan masih ramai dengan kendaraan . Reynold turun dari angkot dengan sangat keren , tangannya dimasukan kedalam kantong celana dan jalannya sangat gagah sekali . Mungkin hal itu dia lakukan karena saat itu memang sedang banyak penumpang wanita didalam angkot . Aku dan Ari hanya melihat dan sedikit agak menjelek-jelekannya . Tiba- tiba supir angkot memanggil kami berdua .
“ Jang , ongkosnya kurang satu nih ! “ seru supir angkot dengan nada yang agak marah .
“ lah pak , pan aku sudah bayar tadi berdua “ kata Ari
“ iyah Jang , kalian mah sudah , tuh yang itu belum “ kata supir angkot .
Aku pun memandang kea rah Zaki dan Reynold , dan member isyarat pada mereka bahwa ongkosnya kurang . Namun mereka tidak mengerti apa yang kami isyaratkan . Akhirnya aku menyebrang terlebih dahulu dan memberi tahu mereka bahwa ongkosnya kurang .
“ hey ongkosnya kurng nih , siapa yang belum bayar ? “ Tanya aku.
“ aku udah san , coba Reynold “ kata Zaki.
“ Nold kamu udah bayar belum “
Reynold merasa kebingungan dan merasa agak sedikit takut .
“ tadi kan dibayar katanya sama si Ari , con “ kata Reynold dengan nada kebingungan .
“ itu ongkos Cuma buat aku dan Ari doang Nold , kamu mah nggak lah “ Kata aku .
Disitu aku dan Zaki tertawa terbahak – bahak karena tingkah laku Reynold . Ari yang mengetahui keadaannya sengaja langsung menyebrang agar Reynold tidak menyuruh dia untuk membayar terlnih dahulu ongkos tersebut .
Reynold pun kembali menyebrang jalan dan membayar ongkos angkot tersebut sedangkan kami tertawa bersama didalam rumah sambil melihat Reynold berjalan kembali setelah membayar angkot .
.
.
.

--------------------------------------------------end-----------------------------------------------

Komentar