STANDARDISASI KOMPETENSI MATERI PENGAJAR KIMIA | IRSAN KIMIA

 STANDARDISASI KOMPETENSI MATERI PENGAJAR NOVEMBER

POLA SBMPTN – SMA

Program: IX SMP – TP 2016/2017 Kode: 103

Halaman 1 dari 2 halaman

STANDARDISASI KOMPETENSI MATERI PENGAJAR NOVEMBER

POLA SBMPTN – SMA

Bidang Studi : Kimia Kode : ZB0033

Keterangan : Kimia

Durasi Total 90 Menit

Nomor 1 sampai dengan nomor 15

Petunjuk A dipergunakan untuk menjawab soal nomor 1 sampai dengan nomor 15.

1. Atom hidrogen dengan bilangan oksidasi 1

terdapat dalam senyawa

(A) H2O2. (C) HCl. (E) H2S.

(B) NH3. (D) BaH2.

2. Perhatikan struktur kafein berikut ini:

NH

N

N N

O

O

Perbandingan jumlah atom Nitrogen yang

memiliki orbital hibrida sp3 dan sp2 pada

senyawa di atas adalah

(A) 1 : 3. (C) 2 : 2. (E) 0 : 4.

(B) 3 : 1. (D) 4 : 0.

3. Gas butana dibakar menurut persamaan

reaksi berikut (belum setara):

C4H10(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)

Volume gas oksigen yang diperlukan untuk

membakar sempurna 2 liter gas butana

adalah

(A) 4 L. (C) 8 L. (E) 13 L.

(B) 6,5 L. (D) 10 L.

4. Unsur X dan Y memiliki konfigurasi elektron

sebagai berikut:

X = [Ne] 3s2

Y = [Ne] 3s2 3p5

Jika unsur X dan Y berikatan maka rumus

molekul dan jenis ikatannya adalah

(A) XY, Ionik. (D) X2Y, Kovalen.

(B) X2Y, Ionik. (E) XY2,Kovalen.

(C) XY2, Ionik.

5. Perhatikan grafik berikut!

X2

X1

Konsentrasi

[C] dan [D]

[A] dan [B]

produk

Waktu (t)

reaktan

Pernyataan yang menunjukkan keadaan

setimbang sesuai grafik perubahan

konsentrasi di atas adalah

(A) [A] dan [B] = [C] dan [D].

(B) [A] dan [B] > [C] dan [D].

(C) [A] dan [B] < [C] dan [D].

(D) [A] dan [B]  [C] dan [D].

(E) [A] dan [B]  [C] dan [D].

6. Zat Q dapat bereaksi membentuk produk P1

dan P2, profil reaksi untuk dua reaksi

tersebut ditunjukkan di bawah ini:

Q

P1

P2

Progres reaksi

Energi potensial

Dibandingkan dengan reaksi I: Q → P1,

maka reaksi II: Q → P2 akan

(A) lebih cepat dan kurang endotermik.

(B) lebih cepat dan sangat endotermik.

(C) lebih cepat dan lebih endotermik.

(D) lebih lambat dan kurang endotermik.

(E) lebih lambat dan lebih endotermik.

Kode: ZB0033 SKMP Kimia Tingkat SMA

Halaman 2 dari 2 halaman

7. Nilai pH larutan yang terbentuk jika 100 mL

larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 1 · 10–5)

direaksikan dengan 25 mL larutan HCl 0,1 M

dan 50 mL larutan NaOH 0,1 M adalah

(A) 3 – log 5. (D) 5 + log 3.

(B) 5 – log 3. (E) 9 + log 3.

(C) 3 + log 5.

8. Sebanyak 5,4 gram logam aluminium

direaksikan dengan 150 mL larutan HCl 2 M

sehingga terjadi reaksi sebagai berikut.

Al(s) + HCl(aq) → AlCl3(aq) + H2(g)

Volume gas hidrogen yang dihasilkan jika

diukur pada keadaan standar adalah

(Ar Al = 27; H = 1; Cl = 35,5)

(A) 1,12 L. (C) 3,36 L. (E) 6,72 L.

(B) 2,24 L. (D) 4,48 L.

9. Fenol, C6H5OH merupakan asam lemah

dengan nilai pKa = 10. Sebanyak 40 mL

larutan fenol 0,1 M dititrasi dengan larutan

Ca(OH)2 0,05 M. Setelah titik ekivalen

tercapai ke dalam campuran ditambahkan

air hingga volumenya 100 mL.

pH larutan yang diperoleh adalah

(A) 2 – log 3. (D) 11 + log 2.

(B) 3 – log 2. (E) 12 + log 3.

(C) 3 – log 5.

10. Sebanyak 50 mL larutan SO2 dititrasi dengan

larutan KBrO4 0,1 M menurut persamaan

reaksi berikut:

KBrO4 + 4SO2 + 4H2O → 4H2SO4 + KBr

Titik ekivalen tercapai saat volume KBrO4

yang digunakan sebanyak 50 mL.

Jumlah mol elektron yang terlibat pada reaksi

di atas adalah

(A) 0,02 mol. (D) 0,06 mol.

(B) 0,03 mol. (E) 0,08 mol.

(C) 0,04 mol.

11. Perhatikan gambar berikut ini!

Ni Jembatan garam, NaNO 3 Ag

Ni2+(aq) Ag+ (aq)

Ni2+ + 2e  Ni Eo =0,25 V

Ag+ + e  Ag Eo = +0,80 V

Pernyataan yang tidak sesuai dengan

informasi dalam gambar tersebut adalah

(A) Ag bertindak sebagai katode.

(B) diagram sel: NiNi2+ ║Ag+Ag .

(C) ion Na+ mengalir ke wadah Ag+.

(D) elektron mengalir dari elektroda Ni ke

Ag.

(E) massa elektroda Ni bertambah.

12. Larutan yang memiliki tekanan uap paling

tinggi adalah

(A) H2SO4 0,1 M.

(B) HCl 0,1 M.

(C) K3PO4 0,1 M.

(D) Al2(SO4)3 0,1 M.

(E) CO(NH2)2 0,1 M.

13. Perhatikan notasi unsur berikut!

9F, 17Cl, 35Br, 53I

Pernyataan berikut yang sesuai dengan

urutan data di atas adalah

(A) sifat reduktornya semakin kuat.

(B) keelektronegatifan semakin besar.

(C) energi ionisasi semakin besar.

(D) jari-jari atomnya semakin kecil.

(E) sifat basanya semakin lemah.

14. Dalam suasana asam larutan yang

mengandung VO2

– mengoksidasi logam

menurut persamaan reaksi berikut:

VO2

(aq) + Zn(s) → X + Zn2+

(aq)

Sebanyak 9,75 gram logam Zn (Ar = 65)

tepat habis bereaksi dengan 200 ml larutan

VO2

– 1,5 M yang diperoleh dari pengenceran

40 ml larutan VO2

–.

Senyawa X adalah

(A) V2+. (C) V2O3. (E) VO2+.

(B) V5+. (D) VO4

2–.

15. Diketahui data nilai energi ikatan rata-rata

sebagai berikut.

C=C: 609 kJ/mol

C–H: 412 kJ/mol

C–C: 345 kJ/mol

H–Cl: 426 kJ/mol

Jika entalpi reaksi :

CH2 = CH2(g) + HCl(g) → CH3CH2Cl(g)

adalah –48 kJ/mol maka energi ikatan ratarata

C–Cl adalah

(A) 278 kJ/mol. (D) 824 kJ/mol.

(B) 326 kJ/mol. (E) 1648 kJ/mol.

(C) 756 kJ/mol.















SUMBER YOUTUBE :



Komentar