SEDEKAH MENURUT TINJAUAN ILMU KIMIA
Oleh : Irsan Sumarna, S.Pd (Guru Kimia SMAN 1 Cikembar)
Semua materi atau unsur kimia yang ada di alam ini
memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilan. Dimana dalam konsep kimia,
untuk mencapai kestabilan suatu atom harus mempunyai konfigurasi elektron yang
sesuai dengan unsur gas mulia (golongan VIII A dalam tabel periodik).
Unsur-unsur yang tidak stabil akan berusaha mencapai kestabilan seperti
unsur-unsur gas mulia. Secara umum ada tiga cara suatu unsur dalam mencapai
kestabilan yaitu dengan cara pelepasan elektron, penangkapan elektron, atau pemakaian
elektron bersama sehingga terbentuk ikatan kimia.
Tabel 1. Konfigurasi elektron gas mulia (golongan VIII A)
Sumber : https://soalkimia.com/soal-gas-mulia/
Sebagai manusia biasa, tentunya kita ingin selalu hidup
dalam kestabilan. Contohnya kestabilan dalam hal ekonomi , kesehatan, ataupun
hal lainnya. Ada manusia yang dalam hidupnya mempunyai gaji tinggi, penghasilan
tetap, harta berlimpah, tetapi tidak merasa bahagia dengan hal itu. Ada juga
manusia yang serba kekurangan dan tidak merasakan kestabilan ekonomi dalam
hidupnya. Lalu bagaimanakah seharusnya kita menyikapi hal tersebut?
Sebagai guru kimia, saya mendapatkan suatu hal menarik
saat memberikan materi tentang Struktur Atom. Dimana suatu atom itu selalu
memiliki kecenderungan untuk mencapai kestabilan dengan cara melepas atau
menerima elektron agar konfigurasi atomnya mirip dengan konfigurasi elektron
gas mulia. Berdasarkan dari beberapa konfigurasi elektron suatu atom, ada atom
yang memiliki kelebihan elektron dan ada juga atom yang kekurangan elektron di
dalam orbitalnya.
Contoh pertama adalah atom Na (Natrium) dengan nomor atom
11. Berdasarkan konfigurasinya, atom Na mempunyai elektron valensi sebanyak 1.
Hal tersebut menyebabkan atom Na harus melepas 1 elektron valensinya untuk
mencapai kestabilan elektron sesuai dengan aturan oktet. Sehingga konfigurasi
elektronnya mirip dengan unsur Ne (gas mulia). Perhatikan gambar di bawah ini !
Gambar 1. Skema konfigurasi atom
Na dalam mencapai kestabilan
Sumber : Dokumen Penulis
(Klik untuk melihat penjelasan : https://www.youtube.com/watch?v=Hikv6cbjRt4)
Jika kita analogikan ke dalam kehidupan bermasyarakat,
bisa diartikan bahwa orang yang mempunyai harta, tenaga, atau jasa yang
berlebih untuk menstabilkan kehidupannya yaitu dengan cara bersedekah.
Contoh kedua adalah atom F (Fluor) dengan nomo atom 9.
Berdasarkan konfigurasinya, atom F mempunyai elektron valensi sebanyak 7. Hal
tersebut menyebabkan atom F harus menerima 1 elektron dari atom lain untuk
mencapai kestabilan elektron sesuai dengan aturan oktet. Sehingga konfigurasi
elektronnya mirip dengan unsur Ne (gas mulia). Perhatikan gambar di bawah ini !
Gambar 2. Skema konfigurasi atom
F dalam mencapai kestabilan
Sumber : Dokumen Penulis
(Klik untuk melihat penjelasan : https://www.youtube.com/watch?v=h6Ozjp5001w)
Jika kita analogikan ke dalam kehidupan bermasyarakat,
bisa diartikan bahwa orang yang mempunyai kekurangan harta, tenaga atau jasa
bisa distabilkan dengan cara mendapatkan sedekah dari orang yang mempunyai
kelebihan harta, tenaga atau jasa.
Dari konsep di atas, bisa kita simpulkan bahwa untuk
mencapai kestabilan dalam hidup perlu adanya keikhlasan untuk berbagi dengan
sesama. Sama halnya dengan atom yang mencapai kestabilan dengan cara berikatan,
manusia pun akan mempunyai ikatan yang kuat dan kemuliaan dalam hidup jika saling
berbagi.
Komentar
Posting Komentar