BUMI DAN AL-QUR’AN

 



BUMI DAN AL-QUR’AN

Oleh : Irsan Sumarna, S.Pd

(Guru Kimia SMAN 1 Cikembar)

(Sumber Gambar : Dokumen Penulis)

Bumi kita tercinta sudah berusia jutaan tahun dan sekarang sepertinya bumi kita sudah semakin tua ditandai dengan banyaknya bencana alam dimana-mana. Dalam artikel ini, saya akan mengkaji salah satu permasalahan yang sedang dihadapi oleh bumi kita sekarang.

 

LAPISAN BUMI

Bumi yang kita pijak saat ini ternyata mempunyai beberapa lapisan. Setiap lapisannya mempunyai sifat kimia dan fisika yang berbeda. Bumi memiliki silikat kerak padat dibagian luar, juga dilengkapi mantel yang sangat kental, inti luar yang cair jauh lebih kental daripada mantel, dan bagian inti yang padat.

struktur bumi

(Sumber gambar : https://www.pelajaran.co.id/struktur-lapisan-bumi/)

Kita tinggal pada lapisan kerak bumi bagian atas. Lapisan ini selalu aktif bergerak karena adanya pergerakan lempeng di bawahnya. Gerakan lempeng inilah yang sering mengakibatkan bencana seperti gempa dan gunung meletus.

 

UNSUR KIMIA DALAM INTI BUMI

Inti bumi atau disebut juga barisfer merupakan lapisan paling dalam dan berada pada pusat atau poros bumi. Bahan penyusun utama dari lapisan ini adalah besi dan nikel. Akan tetapi, lapisan ini sebagian besar terdiri dari besi cair yang suhunya bisa mencapai 4.500 oC. Di dalam tabel periodik unsur, Besi merupakan unsur logam golongan transisi dengan nomor atom 26 dan mempunya lambang unsur “Fe” (dari bahasa latin : ferrum).

Gejala Kesehatan Tanaman Akibat Unsur Besi (Fe)

(Sumber gambar : wikipedia.org)

 

ADA APA DENGAN BESI ?

Besi merupakan salah satu unsur logam yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan khusunya dalam bidang konstruksi.bangunan Besi biasa digunakan sebagai bahan campuran pembuatan baja dan beton. Lantas, ada apa dengan besi ini?

Perbedaan Beton dan Baja. Mana yang lebih baik? | Nakatama

(sumber gambar : https://nakatama.co.id/perbedaan-beton-dan-baja-mana-yang-lebih-baik/)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, besi merupakan unsur utama penyusun inti bumi yang ada pada pusat bumi. Dapatkah kalian bayangkan jika material logam berat yang ada dalam bumi kemudian kita tambang dan kita gunakan sebagai bahan konstruksi bangunan saat ini? Apa yang akan terjadi jika semua material logam berat tersebut kita tambang dan kita keluarkan ke atas kerak bumi?

 

GAYA SENTRIPETAL

Pernahkah Anda membuat teh manis dan memutar sendok agar gulanya larut? Pada saat sendok diputar, material gula akan memutar dan menuju suatu titik pusat putaran tersebut. Hal tersebut bisa dijelaskan dengan teori gaya sentripetal. Secara sederhana, gaya sentripetal adalah gaya yang membuat benda untuk bergerak melingkar dan mengarah pada sumbu atau pusat putaran.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3c/Centripetal_force_diagram_id.svg/217px-Centripetal_force_diagram_id.svg.png

(Sumber gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_sentripetal)

 

Lalu apa hubungannya gaya sentripetal dengan bumi?

Seperti yang kita tahu, bumi berputar pada porosnya yang disebut dengan rotasi. Jika kita analogikan dengan pembuatan teh manis tadi, material berat jika diputar pada porosnya akan selalu mengarah pada pusat putaran. Hal tersebut berlaku juga untuk material berat seperti logam atau unsur Besi yang ada pada inti bumi. Besi berada pada inti bumi dikarenakan adanya gaya sentripetal yang membuat besi cenderung bergerak mengarah pada poros bumi. Lalu bagaimana jika kita mengeluarkan material berat tersebut ke permukaan bumi atau kerak bumi?

Sesuai gaya sentripetal, jika kita memutar benda berat maka benda tersebut akan mengarah ke pusat putaran. Hal ini menjadi sangat logis jika pada saat sekarang banyak terjadi gempa bumi dimana-mana. Material besi yang seharusnya berada pada inti bumi , ditambang manusia dan sengaja dikeluarkan ke permukaan bumi. Maka tidak aneh jika bumi akan menstabilkan keadaannya kembali.

 

TINJAUAN AL-QUR’AN

Seperti yang dijelaskan di atas, lapisan inti bumi (pada gambar, inti bumi ada pada bagian tengah bumi) sebagaian besar tersusun atas unsur Besi. Al-Qur’an mempunyai surah yang berjumlah sebanyak 114 surah. Jika kita cari surah yang berada di tengah-tengah dalam Al-Qur’an (dalam hal ini untuk mengaitkan antara Inti bumi yang berada di tengah bumi dengan surah yang berada di tengah dalam Al-Qur’an), kita bisa membagi dua angka 114 dan akan didapatkan angka 57. Hal tersebut merujuk pada surah ke-57 (Al-Hadid) dalam Al-Qur’an yang mempunyai arti Besi (Al-Hadid : Besi). Jika merujuk pada surah sebelumnya, yaitu surah ke-56 ; surah Al-Waqiah yang mempunyai arti hari kiamat.

 

PENUTUP

Artikel ini semata-mata dibuat dengan tujuan untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membuat kita lebih memaknai arti kehidupan dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Komentar