Virus dan Peranannya IPA Merdeka Aktivitas 2 3 dan Ayo Berlatih Halaman 41

Ayo Menelaah #kurikulummerdeka #ipakurikulummerdeka #Ipakelas10 #biologivirusIPAkelasX




Berikut adalah intisari dari artikel The Good that Viruses do yang ditulis oleh Mario Mietzsch and Mavis Agbandje-McKenna. Masyarakat luas memiliki persepsi negatif terhadap virus. Virus selalu dikaitkan dengan penyakit, infeksi, kematian dan wabah penyakit. Namun sesungguhnya para virologis menemukan bahwa virus dapat dimanfaatkan dalam kesehatan manusia. Saat ini telah berkembang virotherapy yaitu pengobatan penyakit dengan menggunakan virus. Virus oncolytic contohnya, virus ini dapat melisiskan sel kanker tanpa merusak sel non-kanker. Virus juga dimanfaatkan sebagai vektor pembawa gen untuk memperbaiki gen abnormal pada terapi gen atau sel. Selain itu, virus digunakan dalam banyak studi genetik untuk menentukan mekanisme molekuler, digunakan sebagai insektisida, dan telah dilaporkan meningkatkan toleransi kekeringan pada beberapa tanaman. Jadi sesungguhnya banyak hal “baik” yang dapat dilakukan. Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang artikel ini, silahkan membaca artikel ini pada link https://www.annualreviews.org/doi/full/10.1146/annurev-vi-04-071217-100011 Berdasarkan kajian tentang virus tersebut, jawablah pertanyaanpertanyaan berikut. 1. Jelaskan “kebaikan” apa yang saja yang dapat virus lakukan? 2. Dari sekian kebaikan yang dilakukan virus, pilihlah satu yang menarik untukmu, kemudian jelaskan manfaatnya bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan atau eksositem! Ayo Berlatih Melalui bioteknologi, insulin dapat dihasilkan dari sel bakteri. Gambar 2.5 adalah bagan pembentukan insulin. Berdasarkan bagan tersebut, pada proses manakah kita bisa memanfaatkan virus dalam pembuatan insulin? Bacalah intisari artikel yang berjudul Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen, Bagaimana Cara Menghitungnya? yang ditulis oleh Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas. Vaksin Covid-19 Sinovac secara resmi diijinkan digunakan di Indonesia. Nilai efikasi vaksin sinovac di bandung sebesar 65,3%, hal ini berbeda dengan nilai efikasi vaksin sinovac di Brasil yaitu sebesar 78% dan di Turki sebesar 91,75%. Bagaimana cara menghitung nilai efikasi vaksin sinovac di Bandung sehingga nilainya berbeda dengan negara lainnya? Uji vaksin Sinovac di Bandung melibatkan 1.600 orang, terdapat 800 orang yang menerima vaksin, dan 800 orang yang mendapatkan placebo (vaksin kosong). Pada kelompok yang menerima vaksin ada 26 yang terinfeksi Covid-19 atau 3,25%, sedangkan dari kelompok placebo ada 75 orang yang terkena Covid-19 atau 9,4%. Nilai efikasinya adalah (0,094–0,0325)/0,094 × 100% = 65,3%. Dengan demikian nilai efikasi adalah perbandingan antara kelompok yang diberi vaksin dengan kelompok yang diberi placebo. Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang artikel ini, silahkan membaca artikel pada https://www.kompas.com/sains/read Berdasarkan artikel tersebut, jawablah pertanyaan berikut. a. Apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam penelitian tersebut? b. Jika seandainya dilakukan uji efikasi vaksin sinovac di suatu daerah dengan pengujian kepada 500 orang yang menerima vaksin dan 500 orang sebagai pembanding dan ditemukan 20 orang yang menerima vaksin mengalami Covid-19, sedangkan 100 orang kelompok pembanding mengalami Covid-19. Berapakah efikasi vaksin tersebut! c. Tentukan apakah aktivitas penelitian dalam menguji efikasi virus benar atau salah. Orang yang akan diberikan vaksin harus dalam kondisi sehat. Jumlah orang yang diberikan vaksin boleh lebih banyak dibandingkan dengan kelompok pembanding. 

Apa alasan Kalian menyatakan benar atau salah? 

Komentar