Ayo Menelaah
#kurikulummerdeka #ipakurikulummerdeka #Ipakelas10 #biologivirusIPAkelasX
Source : https://youtu.be/i_y4yksORCI
Berikut adalah intisari dari artikel The Good that Viruses do yang ditulis
oleh Mario Mietzsch and Mavis Agbandje-McKenna.
Masyarakat luas memiliki persepsi negatif terhadap virus. Virus
selalu dikaitkan dengan penyakit, infeksi, kematian dan wabah penyakit.
Namun sesungguhnya para virologis menemukan bahwa virus dapat
dimanfaatkan dalam kesehatan manusia. Saat ini telah berkembang
virotherapy yaitu pengobatan penyakit dengan menggunakan virus.
Virus oncolytic contohnya, virus ini dapat melisiskan sel kanker tanpa
merusak sel non-kanker. Virus juga dimanfaatkan sebagai vektor
pembawa gen untuk memperbaiki gen abnormal pada terapi gen atau
sel. Selain itu, virus digunakan dalam banyak studi genetik untuk
menentukan mekanisme molekuler, digunakan sebagai insektisida, dan
telah dilaporkan meningkatkan toleransi kekeringan pada beberapa
tanaman. Jadi sesungguhnya banyak hal “baik” yang dapat dilakukan.
Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang artikel ini,
silahkan membaca artikel ini pada link
https://www.annualreviews.org/doi/full/10.1146/annurev-vi-04-071217-100011
Berdasarkan kajian tentang virus tersebut, jawablah pertanyaanpertanyaan
berikut.
1. Jelaskan “kebaikan” apa yang saja yang dapat virus lakukan?
2. Dari sekian kebaikan yang dilakukan virus, pilihlah satu yang
menarik untukmu, kemudian jelaskan manfaatnya bagi kehidupan
manusia, hewan, tumbuhan atau eksositem!
Ayo Berlatih
Melalui bioteknologi, insulin dapat dihasilkan dari sel bakteri.
Gambar 2.5 adalah bagan pembentukan insulin.
Berdasarkan bagan tersebut, pada proses manakah kita bisa
memanfaatkan virus dalam pembuatan insulin?
Bacalah intisari artikel yang berjudul Efikasi Vaksin Sinovac 65,3
Persen, Bagaimana Cara Menghitungnya? yang ditulis oleh Holy
Kartika Nurwigati Sumartiningtyas.
Vaksin Covid-19 Sinovac secara resmi diijinkan digunakan di
Indonesia. Nilai efikasi vaksin sinovac di bandung sebesar 65,3%, hal ini
berbeda dengan nilai efikasi vaksin sinovac di Brasil yaitu sebesar 78% dan
di Turki sebesar 91,75%. Bagaimana cara menghitung nilai efikasi vaksin
sinovac di Bandung sehingga nilainya berbeda dengan negara lainnya?
Uji vaksin Sinovac di Bandung melibatkan 1.600 orang, terdapat
800 orang yang menerima vaksin, dan 800 orang yang mendapatkan
placebo (vaksin kosong). Pada kelompok yang menerima vaksin ada 26
yang terinfeksi Covid-19 atau 3,25%, sedangkan dari kelompok placebo
ada 75 orang yang terkena Covid-19 atau 9,4%. Nilai efikasinya adalah
(0,094–0,0325)/0,094 × 100% = 65,3%. Dengan demikian nilai efikasi adalah
perbandingan antara kelompok yang diberi vaksin dengan kelompok yang
diberi placebo.
Untuk memperoleh informasi lebih detail tentang artikel ini, silahkan
membaca artikel pada https://www.kompas.com/sains/read
Berdasarkan artikel tersebut, jawablah pertanyaan berikut.
a. Apakah variabel terikat dan variabel bebas dalam penelitian tersebut?
b. Jika seandainya dilakukan uji efikasi vaksin sinovac di suatu daerah
dengan pengujian kepada 500 orang yang menerima vaksin dan 500
orang sebagai pembanding dan ditemukan 20 orang yang menerima
vaksin mengalami Covid-19, sedangkan 100 orang kelompok
pembanding mengalami Covid-19. Berapakah efikasi vaksin tersebut!
c. Tentukan apakah aktivitas penelitian dalam menguji efikasi virus
benar atau salah.
Orang yang akan diberikan vaksin harus dalam
kondisi sehat.
Jumlah orang yang diberikan vaksin boleh
lebih banyak dibandingkan dengan kelompok
pembanding.
Apa alasan Kalian menyatakan benar atau salah?

Komentar
Posting Komentar